Akupedia.id, Tenggarong – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026 dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar di Kutai Kartanegara (Kukar).
Melalui kolaborasi EO Sinar Intan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, digelar kegiatan edukasi pengelolaan sampah sekaligus pameran karya daur ulang di Tenggarong Arung Square, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan tersebut menyasar pelajar mulai dari tingkat PAUD, SD hingga SMP. Para siswa diperkenalkan berbagai cara memanfaatkan limbah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Ketua Panitia dari Event Organizer Sinar Intan menyampaikan, Heni Amiruddin, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya pengelolaan sampah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin anak-anak melihat langsung bahwa bahan-bahan yang dianggap limbah sebenarnya bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai,” ujarnya.
Pameran yang digelar tersebut direncanakan berlangsung selama satu bulan. Sekolah-sekolah di Kukar dijadwalkan berkunjung secara bergiliran agar para siswa dapat belajar langsung mengenai pemanfaatan sampah menjadi berbagai produk kreatif.
Selain pameran, sebelumnya juga telah dilakukan workshop bagi para guru di Kukar yang diikuti sekitar 1.632 peserta dari 20 kecamatan. Pelatihan tersebut bertujuan agar para guru dapat menularkan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah kepada para siswa di sekolah masing-masing.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menilai kegiatan ini penting untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada para pelajar.
Menurutnya, pendidikan mengenai pengelolaan sampah perlu dimulai sejak usia dini agar anak-anak terbiasa menjaga kebersihan lingkungan.
“Kegiatan seperti ini penting agar anak-anak memahami bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Dari sini mereka juga belajar berpikir kreatif dan melihat peluang dari barang-barang yang sebelumnya tidak memiliki nilai,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kreativitas sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif di Kutai Kartanegara.
“Kita ingin anak-anak dilatih berpikir kreatif sejak dini. Harapannya nanti akan muncul wirausahawan muda dari Kutai Kartanegara yang berawal dari kegiatan sederhana seperti ini,” pungkasnya.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





