Akupedia.id, Sangasanga – Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Patung Bung Karno di Kecamatan Sangasanga akan dikembangkan sebagai ruang publik aktif melalui agenda rutin bertajuk Soekarno Night. Program ini diarahkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam kegiatan seni budaya dan aktivitas kemasyarakatan.
Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menyampaikan bahwa Soekarno Night disiapkan sebagai wadah ekspresi sekaligus upaya menjaga kawasan RTH tetap hidup, terawat, dan memiliki nilai edukatif.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung setiap malam Minggu atau dua pekan sekali, dengan menampilkan beragam pertunjukan seni budaya serta kegiatan komunitas. Pemerintah daerah juga telah memastikan dukungan anggaran untuk pelaksanaan program ini pada tahun berjalan.
“Kami ingin kawasan ini menjadi ruang publik yang hidup dan bermanfaat, bukan sekadar taman yang sepi atau tidak terurus,” ujarnya.
Selain agenda seni budaya, kawasan RTH dan Patung Bung Karno juga akan dilengkapi dengan perpustakaan yang difungsikan sebagai ruang belajar sejarah dan kebangsaan. Perpustakaan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal perjuangan bangsa, pemikiran Bung Karno, serta nilai-nilai nasionalisme.
Menanggapi rencana tersebut, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan pentingnya penguatan fungsi perpustakaan sebagai bagian integral dari kawasan Patung Bung Karno di Sangasanga. Menurutnya, perpustakaan akan diperkaya dengan buku-buku karya dan pemikiran Bung Karno agar menjadi pusat literasi sejarah bagi masyarakat.
Djarot juga menyatakan kesiapan keluarga besar Bung Karno untuk mendukung pengembangan koleksi perpustakaan, termasuk melalui sumbangan karya-karya Bung Karno maupun literatur pendukung lainnya.
“Untuk perpustakaan nanti akan kita perkaya dengan buku-bukunya. Kalau perlu, kami siap membantu menyumbangkan karya Bung Karno maupun karya dari Ibu Megawati,” tambahnya.
Melalui pengembangan agenda budaya dan fasilitas literasi tersebut, kawasan RTH dan Patung Bung Karno diharapkan tumbuh sebagai pusat aktivitas seni budaya sekaligus destinasi edukasi sejarah yang hidup dan berkelanjutan di Sangasanga.
Ara