Investasi Kukar Hampir Tembus Rp11 Triliun, Pemerintah Fokus Kembangkan Sektor Non-Tambang

Launching Portal Investasi oleh Bupati Kutai Kartanegara bersama Kepala DPMPTSP Kukar, Selasa (2/11/2025)

Akupedia.id, Tenggarong – Realisasi investasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga triwulan ketiga tahun 2025, nilai investasi daerah tercatat hampir mencapai Rp11 triliun. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor, usai peringatan tiga tahun beroperasinya Mal Pelayanan Publik (MPP) Kukar, Selasa (3/12/2025).

Meski angka tersebut belum melampaui capaian pada 2024 yang mencapai Rp16,4 triliun, Alfian optimistis nilai investasi tahun ini masih berpeluang meningkat mengingat masih tersisa waktu sebelum tutup tahun.

Baca juga  Pembangunan RS Muara Badak jadi Harapan Baru bagi Masyarakat Kukar!

“Kalau tidak salah, sampai triwulan ketiga sudah hampir menyentuh Rp11 triliun. Tahun 2024 kita berada di angka sekitar Rp16,4 triliun. Semoga tahun ini bisa kembali melampaui itu,” ujarnya.

Alfian menjelaskan bahwa struktur investasi di Kukar saat ini masih didominasi oleh sektor-sektor ekstraktif, seperti pertambangan, pertanian, dan perkebunan. Kondisi ini menjadi alasan pemerintah daerah mulai menyiapkan arah baru kebijakan penanaman modal.

Baca juga  Rekrutmen Satpol PP Segera di Buka di Kecamatan Loa Kuku

Menurutnya, mulai tahun 2026 indikator kinerja utama DPMPTSP akan diarahkan untuk mendorong tumbuhnya investasi di sektor non-ekstraktif, terutama industri pengolahan dan sektor bernilai tambah lainnya.

“Mulai visi-misi Bupati yang baru, indikator kita diarahkan untuk meningkatkan investasi non-ekstraktif. Jadi ke depan kita ingin mendorong industri pengolahan dan sektor lain yang memberi nilai tambah dari sumber daya alam,” jelasnya.

Baca juga  Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Terhadap Bocah 8 Tahun, Bantingan di Adegan ke-4 Akibatkan Korban Tewas

Ia menegaskan bahwa Pemkab Kukar terus berupaya menciptakan iklim investasi yang ramah dan kompetitif. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari penyederhanaan perizinan, peningkatan kualitas pelayanan, hingga penguatan inovasi layanan digital melalui MPP.

Dengan strategi tersebut, pemerintah optimistis investasi Kukar akan berkembang lebih seimbang dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah melalui sektor yang tidak hanya bergantung pada sumber daya alam mentah.

(Arf)

Berita Lainnya