Korban Bencana di Sumatera Terus Bertambah, 753 Meninggal dan 650 Masih Dicari

Tim SAR gabungan bersama warga mengevakuasi korban tanah longsor di Desa Semangat Gunung, Karo, Sumatera Utara (Foto: ANTARA FOTO/FRANSISCO CAROLIO)

Akupedia.id – Jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh terus menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin) BNPB per Rabu (3/12/2025) pukul 06.00 WIB, tercatat 753 jiwa meninggal dunia dan 650 orang masih dinyatakan hilang.

Rinciannya sebagai berikut:

  • Aceh: 218 korban meninggal, 227 orang hilang
  • Sumatera Barat: 234 korban meninggal, 260 orang hilang
  • Sumatera Utara: 301 korban meninggal, 163 orang hilang
Baca juga  Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar, Hari Penuh Keberkahan Bagi Umat Muslim

Selain itu, BNPB melaporkan sekitar 2.600 warga mengalami luka, sementara kerusakan rumah mencapai ribuan unit: lebih dari 3.600 rumah rusak berat, 2.100 rumah rusak sedang, dan 3.700 rumah rusak ringan.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, menegaskan bahwa pencarian korban akan terus dilakukan tanpa batas waktu tertentu.

Baca juga  DPRD Kaltim Maksimalkan PAD Melalui Pajak Kendaraan Bermotor dan Alat Berat

“Operasi ini akan terus kami laksanakan apabila masih ada kemungkinan menemukan korban. Operasi hanya bisa dihentikan jika upaya pencarian dinilai sudah tidak efektif lagi,” ujar Syafii di Gedung MPR/DPR, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025).

Ia menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk memperkuat operasi kemanusiaan tersebut.

“Dukungan berbagai pihak terus mengalir agar operasi kemanusiaan ini dapat berjalan optimal hingga seluruh korban ditemukan,” imbuhnya.

Baca juga  Keluarga Besar Toraja Dukung Rudy Mas’ud-Seno Aji, Deklarasi di Samarinda Semarakkan Pilgub Kaltim

Upaya evakuasi, pencarian, serta pemulihan terus dilakukan secara kolaboratif oleh BNPB, Basarnas, TNI-Polri, relawan, dan pemerintah daerah. Hingga kini, sejumlah wilayah masih sulit diakses akibat kerusakan infrastruktur dan cuaca yang belum bersahabat.

Sumber: Detik.com

Berita Lainnya