Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempercantik wajah ibukotanya dengan menghadirkan ruang publik baru yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga fungsional bagi masyarakat. Salah satu yang kini mencuri perhatian adalah Taman Tanjong, yang dibangun di atas bekas kawasan perumahan Tanjung, dan mulai menjelma menjadi pusat rekreasi sekaligus ruang ekspresi seni di jantung Kota Tenggarong.
Dengan mengusung konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dipadukan dengan area pertunjukan seni dan ruang ekonomi kreatif, Taman Tanjong menawarkan pengalaman baru bagi warga. Di tempat ini, pengunjung tak hanya bisa bersantai menikmati suasana alam kota, tetapi juga menonton pertunjukan budaya dan musik yang akan digelar secara rutin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa taman ini dirancang sebagai ruang kolaboratif lintas sektor, yang menggabungkan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi.
“Panggung yang sudah disiapkan nanti akan menampilkan pertunjukan rutin. Tapi untuk teknis pelaksanaannya masih kita bahas bersama OPD terkait agar pengelolaannya rapi dan saling terintegrasi,” ujarnya, Senin (14/4/2025).
Pembangunan dan pengelolaan Taman Tanjong memang tidak dilakukan oleh satu instansi saja. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut berperan sesuai dengan bidangnya. DLHK bertanggung jawab atas vegetasi dan tata RTH, Dispar menangani pengisian acara dan promosi wisata, Dishub menata parkir, DiskopUKM membina pelaku usaha yang menempati stand UMKM, sementara Satpol PP menjaga keamanan kawasan.
Keberadaan Taman Tanjong juga menjadi bagian dari rencana besar Pemkab Kukar dalam menata konektivitas ruang publik di pusat kota. Lokasi ini akan dikaitkan dengan sejumlah titik strategis lainnya seperti Taman Titik Nol, Simpang Odah Etam (SEO), dan Pasar Seni Tenggarong yang tengah disiapkan sebagai kawasan wisata budaya dan ekonomi kreatif terpadu.
“Tempat rekreasi itu perlu dikelola lintas sektor. Kita ingin menciptakan satu rangkaian destinasi yang saling mendukung dan terhubung, tidak berjalan sendiri-sendiri,” tambah Arianto.
Selain menjadi tempat bersantai, panggung utama Taman Tanjong juga disiapkan sebagai wadah bagi para pelaku seni, baik lokal maupun dari luar daerah. Meski demikian, Arianto menegaskan bahwa seniman Kukar tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan.
“Kita tetap utamakan pelaku seni lokal. Tapi tentu saja, kehadiran talent dari luar bisa memberikan warna baru dan memperkaya pengalaman hiburan bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan konsep yang memadukan estetika, budaya, dan ekonomi kreatif, Taman Tanjong diharapkan menjadi ikon baru bagi Tenggarong sebuah ruang publik yang hidup, inklusif, dan menggambarkan semangat kreatif warga Kutai Kartanegara. 9Adv/Arf)