Safari Subuh di Maluhu, Bupati Kukar Dorong Peningkatan Dana RT dan Perkuat Kebersamaan Warga

Akupedia.id, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus berupaya mempererat komunikasi dengan masyarakat melalui program Safari Subuh. Pada Kamis (10/7/2025), kegiatan rutin ini kembali digelar, kali ini di Langgar Fisabilillah, Jalan Melak, Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong.

Acara yang berlangsung khidmat itu juga dirangkaikan dengan syukuran bersama lurah, kepala desa, serta para ketua RT se-Kecamatan Tenggarong. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, hadir langsung dan memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan sejumlah program prioritas yang sedang dijalankan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aulia kembali menekankan komitmen Pemkab Kukar terhadap peningkatan program bantuan untuk RT. Menurutnya, RT adalah ujung tombak pelayanan dan pembangunan masyarakat, sehingga harus diberdayakan secara optimal.

Baca juga  DPMD Kukar Siapkan Regulasi Pilkades Serentak 2027, Targetkan Aturan Rampung 2026

“Insyaallah, dana RT yang sebelumnya Rp50 juta per tahun akan kita naikkan menjadi Rp150 juta. Ini bukan sekadar angka, tapi wujud nyata penguatan pembangunan berbasis masyarakat,” ujar Aulia disambut tepuk tangan para hadirin.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan karakter dan spiritual. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus memakmurkan rumah ibadah serta menghidupkan program Gerakan Etam Mengaji (GEMA). Menurutnya, program pembangunan yang dimulai dari masjid dan dilakukan dengan niat ibadah akan selalu mendapatkan keberkahan.

Baca juga  Rendi Solihin: Pelaku Ekonomi Kreatif Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kukar

“Safari Subuh ini bukan sekadar agenda seremonial. Kita ingin doa-doa dari masyarakat mengiringi setiap langkah pembangunan agar Kukar menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ucapnya.

Bupati Aulia juga memberikan apresiasi kepada warga yang tetap hadir dengan semangat meski kegiatan dilaksanakan sejak dini hari. Kehadiran masyarakat, kata dia, menunjukkan antusiasme tinggi untuk bersama-sama membangun daerah.

Ia berharap Safari Subuh bisa menjadi tradisi yang mengakar, bukan hanya kegiatan keagamaan, melainkan juga sarana mempererat kebersamaan, menumbuhkan budaya spiritual, dan memperkuat sinergi antara pemerintah dengan masyarakat.

Baca juga  Dari Manual ke Digital: Aplikasi Keuangan SISKUEDES Ringankan Beban Desa

“Kalau kebersamaan ini terus terjaga, insyaallah semua program pembangunan bisa berjalan lancar. Pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan Safari Subuh di Maluhu sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dengan para pemangku kepentingan di tingkat kelurahan dan desa. Dengan komunikasi yang terjalin erat, diharapkan setiap aspirasi warga bisa terserap dan ditindaklanjuti, terutama dalam mendukung program unggulan Kukar Idaman Terbaik. (Adv/Arf)

Berita Lainnya