Tekan Enter untuk mencari

Warga Dusun Damai Bertaruh Nyawa di Kereta Gantung, Bupati Kukar Janjikan Tindak Lanjut

Foto: Potret anak sekolah di Dusun Damai, Desa Santan Ulu melintasi sungai menggunakan sebuah kereta gantung yang dibantu katrol. (Foto: Pemdes Santan Ulu)

Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Sebuah potret memprihatinkan datang dari wilayah pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Selama tiga tahun terakhir, warga Dusun Damai, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu masih harus bergantung pada kereta gantung sederhana berbahan tali dan katrol, tanpa pelindung, tanpa standar keselamatan, menjadi satu-satunya jalan untuk menyeberangi sungai dan akses utama aktivitas sehari-hari.

Setiap hari, anak-anak berangkat sekolah dengan langkah ragu. Para ibu membawa kebutuhan dapur, para pekerja melintas dengan beban di tangan. Tak ada pagar pengaman, tak ada jaring pelindung. Yang ada hanya kebiasaan, keberanian, dan doa yang menggantung di udara bersama tali penarik kereta.

Kondisi tersebut menjadi ironi, mengingat kawasan ini dikenal kaya sumber daya alam, mulai dari batu bara, minyak bumi, hingga gas alam.

Namun, kekayaan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jembatan permanen yang sangat dibutuhkan sebagai penghubung antarwilayah dan penopang mobilitas masyarakat.

Menanggapi situasi tersebut, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah melakukan koordinasi lintas wilayah dan menjadikan persoalan tersebut sebagai bagian dari perhatian serius pemerintah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan camat setempat,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan mitigasi dan kajian teknis, agar penanganan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan, termasuk mempertimbangkan keterbatasan anggaran yang ada.

“Sudah masuk dalam monitoring kami dan akan segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Pemerintah daerah diharapkan segera merealisasikan solusi konkret, sehingga warga Dusun Damai tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan demi menjalani aktivitas dasar seperti bersekolah, bekerja, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini