Wacana Jembatan Motor ke Pulau Kumala Masih Dikaji, Dispar Kukar Tekankan Pentingnya Kajian Mendalam

Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Rencana pembangunan jembatan khusus kendaraan roda dua menuju Pulau Kumala kembali menjadi perbincangan di Kutai Kartanegara (Kukar). Gagasan ini dinilai dapat memperkuat akses wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Namun, hingga saat ini, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menegaskan bahwa rencana tersebut masih berada pada tahap awal dan belum masuk ke agenda perencanaan resmi pemerintah daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima informasi atau dokumen resmi terkait kepastian pembangunan jembatan tersebut.

“Saya belum mendapatkan informasi pasti apakah pembangunan jembatan motor itu benar-benar akan direalisasikan atau tidak. Kalau masih berupa gagasan awal, tentu nanti akan kita pelajari lebih lanjut,” ujarnya.

Baca juga  Dispar Kukar Gelar Sertifikasi Videografi dan Resepsionis untuk Tingkatkan Daya Saing SDM

Menurut Arianto, ide pembangunan jembatan penghubung memang menarik karena dapat menunjang pengembangan pariwisata Pulau Kumala yang selama ini menjadi ikon wisata Kota Tenggarong. Namun, ia menegaskan bahwa setiap rencana besar harus diawali dengan kajian mendalam, mencakup aspek teknis, lingkungan, dan tata kelola kawasan wisata.

“Kalau jembatan motor itu dimaksudkan untuk mendukung pengembangan Pulau Kumala, tentu kami akan memberikan dukungan. Tapi semua harus berbasis kajian yang matang. Kita perlu tahu apakah memang dibutuhkan, apa dampaknya, dan bagaimana pengelolaannya nanti,” jelasnya.

Baca juga  Irma Ramadan Fair 2025 Meriahkan Malam Ramadan di Tenggarong, Jadi Ajang Kreatif Islami untuk Semua Kalangan

Pulau Kumala sendiri dikenal sebagai ikon wisata andalan Kukar, memadukan keindahan alam Sungai Mahakam dengan berbagai wahana rekreasi dan spot budaya. Akses menuju pulau selama ini hanya dapat ditempuh menggunakan jembatan penyeberangan pejalan kaki atau perahu kecil dari tepi sungai. Wacana penambahan jembatan motor diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta mempermudah mobilitas logistik kegiatan wisata di kawasan tersebut.

Meski begitu, Arianto mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur wisata tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan keberlanjutan jangka panjang. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan keterlibatan masyarakat lokal.

Baca juga  Dispar Kukar Gelar Workshop Konten Digital untuk Perkuat Promosi Wisata dan UMKM

“Kalau nanti pembahasan ini berkembang lebih lanjut dan dinilai penting, tentu akan kami bahas bersama lintas sektor. Tapi untuk saat ini, belum ada dokumen atau arahan resmi mengenai pembangunan jembatan tersebut,” tutupnya.

Dengan posisi Pulau Kumala sebagai destinasi strategis, kajian mendalam terhadap wacana pembangunan jembatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan wisata yang berkelanjutan dan berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kukar. (Adv/Arf)

Berita Lainnya