Akupedia.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah serangkaian ledakan mengguncang wilayah Yerusalem pada Minggu (1/3).
Ledakan tersebut diduga berasal dari roket yang diluncurkan oleh Iran dan berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel. Sirene peringatan sempat meraung di berbagai wilayah setelah militer Israel mendeteksi peluncuran rudal dari arah Iran.
Militer Israel atau IDF menyatakan bahwa sejumlah rudal berhasil diidentifikasi sejak awal. Sistem pertahanan udara langsung diaktifkan untuk mencegat ancaman yang masuk.
“Beberapa waktu yang lalu, militer Israel mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran. Sistem pertahanan telah dioperasikan untuk mengintersep ancaman,” demikian pernyataan resmi IDF yang dikutip AFP.
Meski sebagian berhasil dicegat, beberapa rudal dilaporkan lolos dan menghantam area Yerusalem Barat. Dampaknya, sejumlah warga sipil mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut. Petugas medis di lokasi menyebut korban langsung mendapat penanganan darurat.
“Di wilayah Yerusalem, petugas EMT dan paramedis MDA memberikan perawatan medis kepada seorang pria berusia sekitar 50 tahun dalam kondisi sedang, dan lima orang dalam kondisi ringan,” bunyi keterangan layanan darurat MDA.
Serangan ini terjadi setelah eskalasi konflik meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara ke Teheran.
Dalam salah satu laporan, serangan tersebut disebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, meski informasi ini masih menjadi sorotan internasional.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan dalam dua gelombang pada Sabtu dan Minggu. Selain ke Israel, serangan juga dilaporkan menyasar Riyadh dan wilayah timur Arab Saudi. Situasi ini menandai eskalasi konflik regional yang semakin meluas dan memicu kekhawatiran global.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim operasi militernya berhasil melumpuhkan salah satu kekuatan utama Iran. Dalam pernyataan resmi, mereka menyebut markas besar Garda Revolusi Iran (IRGC) telah dihancurkan.
“Amerika kini memiliki militer terkuat di dunia, dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar,” demikian pernyataan CENTCOM.
Rentetan serangan dan balasan ini memperlihatkan eskalasi konflik yang semakin terbuka antara Iran dan blok sekutunya dengan Israel serta Amerika Serikat. Dunia internasional kini menyoroti perkembangan situasi tersebut karena berpotensi memicu konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.





