Akupedia.id, Balikpapan – Pemerintah Indonesia resmi meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Pertamina RU V Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1/2026). Peresmian ini menandai babak baru dalam penguatan kemandirian dan ketahanan energi nasional, sekaligus menjadi simbol keseriusan negara mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kedaulatan energi merupakan fondasi utama bagi sebuah bangsa yang ingin berdiri tegak dan berdaulat. Menurutnya, selama kebutuhan energi dan pangan masih bergantung pada pasokan dari luar negeri, maka kemandirian nasional belum sepenuhnya terwujud.
“Tidak mungkin sebuah negara mengklaim kemerdekaan yang utuh jika masih bergantung pada pangan dan energi dari luar,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para undangan.
Ia menilai keberadaan kilang terbesar di Indonesia ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian pasar energi global. Dengan kemampuan pengolahan yang semakin besar, Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi domestik secara mandiri dan berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa proyek RDMP Balikpapan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari sekitar 260 ribu barel minyak per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Selain peningkatan kapasitas, kilang ini juga telah mampu memproduksi BBM dengan standar ramah lingkungan Euro V, yang lebih efisien dan rendah emisi.
“Dengan peningkatan kapasitas ini, kita menargetkan penurunan impor BBM secara signifikan dan penghematan devisa negara yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp60 triliun per tahun,” ujar Bahlil.
Ia menambahkan, RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek strategis nasional yang memiliki dampak luas, tidak hanya pada sektor energi, tetapi juga pada perekonomian daerah dan nasional. Proyek ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, mendorong tumbuhnya industri pendukung, serta memperkuat ekosistem energi nasional dari hulu hingga hilir.
Di sisi lain, Presiden Prabowo menekankan bahwa swasembada energi memiliki korelasi langsung dengan pengentasan kemiskinan dan penguatan industri nasional. Dengan pasokan energi yang terjamin dan terjangkau, sektor industri dapat tumbuh lebih kompetitif, sementara daya beli dan kesejahteraan masyarakat turut meningkat.
“Swasembada energi adalah kunci untuk menghapus kemiskinan, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global,” ungkapnya.
Kilang RDMP Balikpapan yang dikelola Pertamina ini juga dinilai sebagai simbol kebangkitan sektor energi nasional. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan dan modernisasi infrastruktur energi di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, Indonesia melangkah lebih dekat menuju cita-cita kemandirian energi. Proyek ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang berdaulat, mandiri, dan berdaya saing di sektor energi global.
(Arf)