Akupedia.id, Tenggarong – Kepengurusan baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dikukuhkan. Andi Wibowo bersama 37 pengurus lainnya dilantik sebagai pengurus PWI Kukar periode 2025–2028, menandai dimulainya fase baru penguatan profesionalisme dan integritas pers di daerah.
Prosesi pelantikan digelar di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Senin (16/2/2026), dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PWI Kalimantan Timur (Kaltim), Abdurrahman Amin.
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Kukar pada 28 Desember 2025 lalu, yang menetapkan Andi Wibowo sebagai ketua terpilih.
Dalam sambutannya, Abdurrahman Amin menegaskan bahwa PWI Kukar memiliki peran strategis dalam sejarah perkembangan pers di Kaltim. Ia menilai kesinambungan kepemimpinan menjadi kekuatan utama organisasi dalam menjaga eksistensi dan wibawa profesi wartawan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para ketua PWI Kukar sebelumnya, seperti Wahidin, Desman Minang Endianto, dan Bambang Irawan, yang dinilai telah membangun fondasi organisasi secara berkelanjutan.
“Solidaritas dan soliditas organisasi harus menjadi kekuatan utama. Program kerja PWI tidak boleh berhenti pada aktivitas internal, tetapi harus berdampak nyata bagi anggota, dunia pers, dan masyarakat,” tegasnya.
Abdurrahman Amin juga menyoroti tantangan besar dunia jurnalistik saat ini, mulai dari disrupsi digital, perkembangan teknologi informasi, hingga gelombang kecerdasan buatan (AI), yang berdampak langsung pada industri media dan profesi wartawan.
Menurutnya, kepercayaan publik (public trust) menjadi modal utama keberlangsungan pers profesional di tengah maraknya media dan informasi digital.
“Yang dinilai publik bukan hanya isi beritanya, tetapi siapa yang menyampaikan. Reputasi, integritas, dan etika wartawan adalah kunci,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kukar Andi Wibowo menegaskan komitmennya membangun PWI sebagai ruang penguatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) wartawan, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.
“PWI harus menjadi wadah belajar, bertumbuh, dan berkontribusi. Profesionalisme, tanggung jawab, dan kebersamaan harus menjadi budaya organisasi,” tegasnya.
Ia menyatakan, kepengurusan baru tidak hanya berorientasi pada kegiatan organisasi, tetapi juga pada kontribusi sosial pers dalam pembangunan daerah.
Pelantikan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Anggota DPRD Kukar Fraksi PKB Desman Minang Endianto, Ketua PCNU Kukar KH Asikin, Plt Kepala Diskominfo Kukar Solihin, Kabag Prokom Ismed, unsur Forkopimda, serta perwakilan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).
Dalam sambutan tertulis Bupati Kukar yang dibacakan Sekda Sunggono, Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa pers merupakan mitra strategis pemerintah daerah, bukan sebagai lawan, tetapi sebagai bagian penting dalam pembangunan demokrasi dan tata kelola pemerintahan.
Pers ditempatkan dalam tiga peran utama, yakni sebagai pendidik publik melalui informasi yang mencerahkan, pengawal kebijakan agar tetap transparan dan akuntabel, serta penyampai kritik konstruktif berbasis data dan fakta.
“Kemitraan Pemkab Kukar dan PWI selaras dengan 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik,” tegasnya.
Ia berharap kepengurusan PWI Kukar periode 2025–2028 menjadi simbol jurnalisme daerah yang profesional, beretika, berpihak pada kepentingan rakyat, serta berdampak nyata bagi percepatan pembangunan di Kukar.
Ara





