Sosok Yati Narsinghanand, Pendeta Hindu Asal India Serukan Ambil Alih Ka’bah

Pendeta
Foto: Pendeta Hindu asal India, Yati Narsinghanand Saraswati, menyerukan pengikutnya agar menaklukkan Makkah dan ambil alih Ka'bah. (IST)

Portalborneo.or.id – Sosok pendeta Hindu asal India, Yati Narsinghanand Saraswati, kembali menuai kontroversi atas seruannya mengambil alih Ka’bah.

Pendeta berusia 58 tahun itu memang dikenal kerap menyerang umat Islam melalui berbagai pernyataannya.

Di saat umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan, Yati Narsinghanand Saraswati justru mengimbau pengikutnya untuk menaklukkan Makkah dan mengubah Ka’bah menjadi kuil Hindu.

“Tujuan kami bukan hanya untuk mengambil alih Afghanistan, tetapi juga untuk menaklukkan Makkah,” kata Yati dalam video yang tersebar luas di media sosial.

Baca juga  Subandi Sampaikan Dinamika Politik Indonesia Kembali

Yati memprovokasi umat Hindu untuk mengangkat senjata dan berjuang bagi keberadaan mereka.

Bahkan, Ia juga menyebut Sumur Zamzam yang terletak di Makkah adalah sungai dewa Mahadev, yang merupakan dewa terbesar agama Hindu.

Menurut laporan Hindustan Times, Yati mengeluarkan pernyataan kontroversialnya saat mengikuti konferensi Hindu di India utara pekan lalu.

Kepala pendeta kuil Dasna Devi tersebut sedang berpidato di acara “Hindu Mahapanchayat” di lapangan Burari, New Delhi.

Baca juga  Atensi Mahfud MD, Mabes Polri Usut Dugaan Suap Rp 1,7 Miliar di Polda Kaltara

Banyak yang menyebut ini bukan pertama kalinya Yati membuat seruan seperti.

Ia adalah seorang pendeta Hindu yang dikenal kontroversial karena komentar dan pernyataan sayap kanannya terhadap Muslim.

Pada 2022 lalu, Yati mengatakan seharusnya tidak ada lembaga seperti madrasah.

“Semua madrasah harus diledakkan dengan bubuk mesiu, seperti yang dilakukan Cina. Semua siswa madrasah harus dikirim ke kamp-kamp agar virus yang disebut Quran dihapus dari otak mereka,” kata Yati dalam sebuah video yang dikutip IndiaToday, dilansir dari CNBC Indonesia.

Baca juga  Agus Suwandy Gelar Sosbang di Sei Kunjang, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Yati sebelumnya sempat didakwa karena membuat pernyataan kontroversial terhadap Mahatma Gandhi.

Dalam sebuah video yang menjadi viral, Yati terdengar mengatakan bahwa Mahatma Gandhi bertanggung jawab atas pembunuhan satu crore (satuan sistem angka India) umat Hindu dan hal lainnya.

(Tim Redaksi Portalborneo.or.id/Dzl)

Berita Lainnya