Akupedia.id, Tenggarong – Manajemen PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) melakukan kunjungan silaturahmi ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Rabu (21/1/2026), untuk menemui Sultan Kutai Kartanegara, Sultan Aji Muhammad Arifin. Kunjungan ini dilakukan menyusul insiden penempatan kursi Sultan di bagian belakang saat kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Rombongan manajemen PT KPB dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan, Bambang Harimurti, bersama jajaran pejabat utama perusahaan.
Pangeran Hario Notonegoro menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus penyampaian permohonan maaf, klarifikasi, serta pemberian penghargaan kepada Sultan Kutai Kartanegara atas kehadirannya dalam acara peresmian Kilang Pertamina Balikpapan.
“Direktur Utama Pertamina dan pejabat utama lainnya datang menemui Ayahanda Sultan untuk menyampaikan permohonan maaf, melakukan klarifikasi, serta memberikan penghargaan atas kehadiran Sultan pada peresmian Kilang Pertamina di Balikpapan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Sultan Kutai Kartanegara memberikan arahan agar peristiwa yang terjadi dapat dijadikan bahan evaluasi bagi semua pihak agar tidak terulang di kemudian hari.
“Sebagai orang tua, Sultan memberikan nasihat agar kejadian ini menjadi pembelajaran dan tidak terulang kembali,” katanya.
Sultan juga menegaskan bahwa perhatian dan penghormatan terhadap raja dan sultan di Nusantara merupakan bagian dari menghargai sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kerajaan-kerajaan di Nusantara adalah cikal bakal NKRI. Karena itu, kita harus menjunjung tinggi siapa pun yang menjadi Presiden,” tegasnya.
Ia menambahkan, Presiden Republik Indonesia saat ini memiliki perhatian besar terhadap adat dan budaya di Indonesia.
“Alhamdulillah, Presiden kita sangat menghargai adat dan budaya. Itu luar biasa,” pungkasnya.
Ara





