Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan bahwa Peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk membangkitkan semangat juang generasi muda dan masyarakat secara luas.
Menurutnya, peristiwa bersejarah tersebut merupakan wujud rasa syukur atas jasa para pahlawan yang telah berjuang melawan penjajah di Sangasanga. Tanpa perjuangan para pejuang, kata Ahmad Yani, Kukar tidak akan berada pada kondisi seperti saat ini.
“Ini adalah wujud kesyukuran kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tanpa jasa para pahlawan, khususnya pejuang di Sangasanga, tentu daerah ini tidak akan seperti sekarang,” ujarnya usai mengikuti upacara, Selasa (27/1/2026).
Ia menekankan bahwa nilai perjuangan dalam Peristiwa Merah Putih tetap relevan hingga kini, meskipun konteks perjuangan telah berubah. Jika dahulu perjuangan dilakukan secara fisik melawan penjajah, maka saat ini perjuangan diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pemikiran, dan kualitas sumber daya manusia.
“Penjajahan hari ini bukan lagi soal angkat senjata, tapi bagaimana kita melawan kebodohan, ketertinggalan, dan persoalan-persoalan nonfisik lainnya. Spirit itu yang harus ditanamkan kepada generasi muda,” tegasnya.
Ahmad Yani juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas penyelenggaraan peringatan Peristiwa Merah Putih ke depan. Ia berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan penataan lokasi kegiatan, kebersihan, serta kelayakan fasilitas pendukung agar peringatan tahunan tersebut semakin bermakna dan layak.
“Kita tidak menuntut kemewahan, tapi kelayakan. Penataan panggung, kebersihan, dan fasilitas harus diperbaiki dan dianggarkan untuk tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.
Lebih jauh, ia mendorong agar Peristiwa Merah Putih Sangasanga dapat dikembangkan sebagai ikon wisata sejarah daerah yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai wilayah, termasuk dari luar Kalimantan Timur, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
“Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menjadi ikon wisata sejarah yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat Sangasanga,” pungkasnya.
Ara