Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Upaya menjaga keberlanjutan budaya asli Kutai kini mendapat penguatan melalui kehadiran Sempekat Muda Keroan Kutai. Organisasi kepemudaan ini resmi dibentuk sebagai sayap dari Sempekat Keroan Kutai dan menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pelestarian adat dan identitas budaya daerah. Untuk periode kepengurusan 2026–2031, Sempekat Muda Keroan Kutai dipimpin oleh Akhmad Turhan Badri.
Pembentukan Sempekat Muda Keroan Kutai dipandang sebagai langkah penting dalam memperkuat struktur organisasi induk sekaligus menjawab tantangan regenerasi. Di tengah arus modernisasi dan perubahan sosial yang cepat, peran pemuda dinilai krusial agar nilai-nilai budaya Kutai tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Keanggotaan Sempekat Muda Keroan Kutai didominasi oleh anak-anak muda Kutai Kartanegara dari beragam latar belakang. Meski berbeda bidang dan aktivitas, para anggota memiliki kesamaan visi dan komitmen untuk menjaga serta merawat warisan budaya Kutai sebagai bagian dari jati diri daerah.
Ketua Sempekat Muda Keroan Kutai, Akhmad Turhan Badri, menegaskan bahwa organisasi ini dibentuk sebagai wadah berhimpun sekaligus ruang aktualisasi bagi pemuda yang peduli terhadap budaya daerah.
“Sempekat Muda Keroan Kutai kami bentuk sebagai ruang bagi anak-anak muda Kutai untuk ikut aktif menjaga dan melestarikan budaya daerah. Ini bukan sekadar organisasi, tetapi gerakan bersama,” ujarnya, Jumat (16/01/2026).
Menurut Turhan, pelestarian budaya tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada tokoh adat atau generasi sebelumnya. Keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan relevan.
“Kalau generasi muda tidak dilibatkan sejak sekarang, maka nilai-nilai budaya Kutai berisiko tergerus oleh perkembangan zaman. Budaya bisa kehilangan makna jika tidak diwariskan secara aktif,” jelasnya.
Ia menambahkan, Sempekat Muda Keroan Kutai akan menginisiasi berbagai program pembinaan dan edukasi budaya yang menyasar kalangan pemuda. Kegiatan tersebut dirancang agar generasi muda tidak hanya mengenal budaya Kutai secara simbolik, tetapi juga memahami nilai, filosofi, dan praktik adat yang hidup di masyarakat.
“Kami akan fokus pada penguatan identitas budaya, pengenalan adat istiadat, serta keterlibatan pemuda dalam setiap kegiatan kebudayaan. Harapannya, anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku langsung,” ungkap Turhan.
Sebagai sayap organisasi, Sempekat Muda Keroan Kutai juga diharapkan menjadi jembatan regenerasi antara Sempekat Keroan Kutai dengan generasi muda. Dengan demikian, kesinambungan organisasi dan nilai-nilai budaya yang diperjuangkan dapat terus terjaga dari waktu ke waktu.
Ke depan, keberadaan Sempekat Muda Keroan Kutai diharapkan mampu memperluas jejaring pemuda, mendorong kolaborasi lintas komunitas, serta memperkuat posisi budaya Kutai sebagai identitas yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Organisasi ini diyakini akan menjadi motor penting dalam memastikan budaya Kutai tetap lestari dan diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi berikutnya.
(Arf)