Angka Stunting Kukar Turun ke 12,6 Persen, Capaian Terbaik Lima Tahun Terakhir

Pembukaan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Pendopo Odah Etam, Kamis (11/12/2025) pagi.

Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatatkan capaian positif dalam upaya penurunan stunting. Pada tahun 2025, prevalensi stunting di Kukar berhasil ditekan hingga 12,6 persen, menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir dan berada di bawah rata-rata nasional.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kukar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (11/12/2025).

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting. Hasil kerja Bapak-Ibu terbukti melalui data statistik, bukan sekadar klaim,” ujar Aulia dalam sambutannya.

Baca juga  Menggali Potensi PATBM di Kutai Kartanegara

Ia memaparkan, angka stunting Kukar sempat berada di level cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, prevalensi stunting tercatat sebesar 26,4 persen dan meningkat menjadi 27,1 persen pada 2022. Namun, upaya intervensi yang konsisten mulai membuahkan hasil dengan penurunan signifikan menjadi 17,6 persen pada 2023, lalu kembali turun menjadi 14,2 persen pada 2024. Hasil pengukuran serentak tahun 2025 menunjukkan angka stunting kembali menurun hingga 12,6 persen.

Menurut Aulia, pencapaian tersebut tidaklah mudah, terutama ketika angka stunting sudah berada di bawah rata-rata nasional dan provinsi. “Saat angkanya sudah rendah, menurunkannya satu digit saja sangat berat. Bahkan mempertahankannya pun membutuhkan kerja yang luar biasa,” tegasnya.

Baca juga  Perjalanan Karier Taufany, Bakat Sepak Bola Diturunkan dari Sang Ayah

Ia pun meminta TPPS Kukar untuk terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan. Fokus utama diarahkan pada penguatan langkah-langkah strategis serta menilai program mana yang perlu dipertahankan atau disempurnakan.

“Pembangunan yang benar adalah pembangunan yang berkelanjutan, bukan sekadar mengganti hal-hal yang sebenarnya sudah berjalan baik,” kata Aulia.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan persoalan lintas sektor yang membutuhkan kolaborasi semua pihak. Menurutnya, upaya ini tidak bisa dibebankan hanya pada satu instansi.

Baca juga  Covid-19 Melonjak, Kukar Land Festival Dipastikan Tertunda

“Ini adalah kerja bersama, mulai dari tingkat RT, desa, kecamatan, hingga kabupaten. Semua memiliki peran penting,” ujarnya.

Aulia juga menyinggung keterkaitan erat antara penurunan stunting dan pengurangan angka kemiskinan. Ia menyebut, pada tahun ini angka kemiskinan di Kukar berhasil ditekan dari 7,2 persen menjadi 6,8 persen, sebuah penurunan yang disebutnya belum pernah terjadi dalam tiga dekade terakhir.

“Kita patut bersyukur, karena penurunan kemiskinan ini turut mendukung upaya kita dalam menekan angka stunting di Kutai Kartanegara,” pungkasnya.

(Arf)

Berita Lainnya