Supardi Tegaskan Prioritas Pelayanan, Kota Bangun Ilir Makin Percaya Diri Jalankan Pembangunan

Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Dalam tiga tahun kepemimpinannya, Kepala Desa Kota Bangun Ilir, Supardi, terus menekankan pentingnya pelayanan publik sebagai wajah utama pemerintahan desa. Ia memastikan seluruh perangkat desa bekerja dengan komitmen tinggi agar masyarakat mendapatkan layanan tanpa hambatan.

“Alhamdulillah, selama ini tidak ada kendala berarti dalam pelayanan. Saya selalu ingatkan bahwa pelayanan di depan itu harus maksimal, karena itu cermin desa. Kalau pelayanan di depan buruk, maka ke dalam juga akan ikut bermasalah,” tegas Supardi saat ditemui, Selasa (16/09/2025).

Menurutnya, pelayanan publik tidak sekadar menjalankan rutinitas administratif, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat. Untuk itu, setiap persoalan yang muncul selalu dicari solusinya bersama perangkat desa, tanpa mengabaikan aturan maupun petunjuk teknis yang berlaku.

Baca juga  Bupati Kukar Tekankan Kepala Desa dan RT Perkuat Dukungan Posyandu untuk Ibu dan Anak

“Kalau ada kendala, kita bahas sama-sama agar tetap sesuai regulasi, tapi masyarakat tidak dirugikan,” tambahnya.

Selain menjaga kualitas layanan, Supardi juga menyoroti pentingnya sinergi dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Salah satunya melalui program Kukar Idaman Terbaik, yang dinilai mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan desa.

Ia menyebut, bantuan BKKD RT senilai Rp150 juta yang digulirkan melalui program tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung kebutuhan masyarakat secara langsung.

Baca juga  Kolaborasi Pariwisata Kukar Kunci Kesuksesan

“Insya Allah, tahun depan program ini masih akan berlanjut sesuai arahan Bupati. Dana ini memang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

Namun demikian, Supardi menekankan perlunya pendampingan dan pembinaan rutin, terutama terkait aturan baru dari pemerintah pusat maupun daerah. Menurutnya, regulasi yang terus diperbarui sering kali membuat perangkat desa membutuhkan penyesuaian cepat agar pengelolaan anggaran tidak keliru.

“Kami juga berharap ada sosialisasi rutin, misalnya soal koperasi Merah Putih atau program lain. Ini penting agar perangkat desa tidak salah langkah,” ujarnya.

Baca juga  Loa Janan Ulu Prioritaskan Normalisasi Sungai Pasca Banjir Besar

Di luar urusan birokrasi, Supardi juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga nilai-nilai sosial dan adat istiadat. Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya soal fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan pondasi sosial yang kuat.

“Kalau masyarakat kompak, menjaga etika dan adat, maka pembangunan akan lebih mudah berjalan harmonis,” pesannya.

Dengan kombinasi pelayanan publik yang prima, dukungan program pemerintah kabupaten, dan partisipasi aktif masyarakat, Supardi optimistis Desa Kota Bangun Ilir mampu melanjutkan pembangunan secara lebih terarah. Ia yakin, komitmen yang kuat akan membawa desa menuju kesejahteraan bersama. (Adv/Arf)

Berita Lainnya