Melihat Potensi Swasembada Pangan di Desa Margahayu Kukar

Foto : Ilustrasi Pertanian di Loa Kulu, Kutai Kartanegara.
Foto : Ilustrasi Pertanian di Loa Kulu, Kutai Kartanegara.

Portalborneo.or.id, Tenggarong – Swasembada pangan menjadi hal yang ditonjolkan oleh Desa Margahayu di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Desa ini memiliki luas 8.500 hektare dengan jumlah penduduk 3.736 jiwa. Desa yang akrab dengan panggilan Jonggon A tersebut terletak di kawasan Jonggon. Di sana ada 400 hektare sawah tadah hujan dan peternakan sapi.

Kepala Desa Margahayu, Rusdi mengatakan, padi menjadi komoditas unggulan di desanya. Setiap satu hektare sawah bisa menghasilkan 4-5 ton sekali panen.

Baca juga  Muhammad Udin Sebut Pansus Investigasi Pertambangan Kaltim Akan Rekomendasikan Pembentukan Pansus CSR

Menurutnya, keberhasilan ini tak bisa lepas dari peran pemerintah. Di Desa Margahayu masif dibangun saluran irigasi untuk pertanian.

Desa ini juga mendapat bantuan alat pertanian dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, berupa mesin pengolahan padi yang dikelola oleh BUMDes setempat.

“Desa ini sudah mandiri. Desa Margahayu sudah swasembada pangan nomor tiga di Kecamatan Loa Kulu dari 15 desa,” kata Rusdi

Sebagaimana diketahui, Desa Margahayu memiliki letak paling jauh yakni berjarak 77 Km dari ibukota Kecamatan Loa Kulu.

Baca juga  Target Juara, Pemkab Kukar Kirim 275 Pemuda-Pemudi Perwakilan Daerah ke Popda Kaltim Ke-XVI di Paser

Desa ini sekaligus paling dekat dengan wilayah operasional perusahaan yang berinvestasi pada bidang eksploitasi batu bara.

Hasil kegiatan reklamasi lahan pasca tambang eks konsesi menghasilkan tidak kurang 300 hektare lahan rekondisi.

Pada perkembangannya, kemudian membentuk padang penggembalaan atau mini ranch yang dapat dimanfaatkan oleh peternak di sekitar lahan.

“Ini mendukung pencapaian swasembada daging di Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur,” kata Rusdi.

Ia menuturkan, saat ini populasi sapi di Desa Margahayu tidak kurang dark 1.400 ekor yang berasal dari 5 kelompok tani dengan rata-rata kepemilikan 15 ekor per anggota kelompok.

Baca juga  Bertemu Kemendagri, Pemkot Samarinda Siapkan Usulan Penunjang IKN

Lima kelompok tani itu adalah Kelompok Tani Karya Makmur berdiri 2008 dengan kepemilikan 300 ekor sapi.

Kelompok Tani Aman Maju Maju berdiri 2009 dengan kepemilikan 350 ekor sapi, Kelompok Tani Sumber Rezeki yang berdiri 2009 memiliki 250 ekor sapi.

Kelompok Tani Karya Bersama berdiri 2010 memiliki 300 ekor sapi, dan Kelompok Tani Margahayu Makmur berdiri 2012 dengan kepemilikan 200 ekor sapi.

(Tim Redaksi Portalborneo.or.id/Int)

Berita Lainnya

© Copyright 2022 - 2023 Akupedia.id, All Rights Reserved