Akupedia.id – Elon Musk kembali mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya di dunia. Pendiri Tesla dan SpaceX itu menutup tahun 2025 dengan kekayaan bersih yang diperkirakan mencapai USD 726,3 miliar atau setara sekitar Rp11.000 triliun. Nilai tersebut membuat Musk bukan hanya unggul jauh dari para miliarder lain, tetapi juga melampaui ukuran ekonomi sejumlah negara di dunia.
Berdasarkan data Forbes yang dikutip Sabtu (3/1/2026), kekayaan Musk sempat terkoreksi sekitar USD 3,3 miliar pada perdagangan terakhir 2025, seiring penurunan saham Tesla sekitar 1 persen ke level USD 449,72. Meski demikian, sepanjang 2025 saham Tesla tetap mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan sekitar 18 persen dan bahkan sempat mendekati level USD 500 per saham. Capaian tersebut menandai tahun yang sangat kuat bagi produsen kendaraan listrik itu.
Sejak Mei 2024, Musk telah menduduki peringkat teratas sebagai orang terkaya di dunia, menggusur Bernard Arnault dari LVMH. Hingga akhir 2025, jarak kekayaan Musk dengan para pesaing terdekatnya kian melebar. Di bawahnya, pendiri Google Larry Page memiliki kekayaan sekitar USD 256,9 miliar, disusul Ketua Oracle Larry Ellison sebesar USD 245 miliar, pendiri Amazon Jeff Bezos dengan USD 242,2 miliar, serta Sergey Brin yang mengantongi sekitar USD 237,1 miliar.
Dengan total kekayaan tersebut, nilai aset Elon Musk setara dengan ekonomi terbesar ke-23 di dunia. Angkanya bahkan melampaui Produk Domestik Bruto (PDB) sejumlah negara seperti Belgia, Irlandia, Argentina, dan Swedia, serta hanya berada di bawah Taiwan, merujuk data Dana Moneter Internasional (IMF). Capaian ini menempatkan kekayaan pribadi Musk pada level yang biasanya hanya dimiliki oleh negara-negara berpendapatan besar.
Tak hanya mengungguli ekonomi nasional, kekayaan Musk juga melampaui nilai pasar sejumlah perusahaan raksasa global. Nilainya tercatat lebih besar dibandingkan kapitalisasi pasar Oracle, Johnson & Johnson, hingga LVMH. Bahkan, total kekayaannya hampir setara dengan nilai pasar seluruh aset kripto global pada 2018 dan lebih dari dua kali lipat kapitalisasi pasar Ethereum pada 2025, meskipun masih berada di bawah Bitcoin sebagai aset kripto terbesar.
Lonjakan kekayaan Elon Musk sepanjang 2025 dipicu sejumlah faktor strategis. Salah satunya adalah penawaran tender SpaceX yang menilai perusahaan antariksa tersebut mencapai valuasi USD 800 miliar, melonjak tajam dibandingkan valuasi sebelumnya. Selain itu, putusan Mahkamah Agung Delaware yang membatalkan pembatalan paket opsi saham Tesla milik Musk turut memberikan dampak signifikan terhadap lonjakan kekayaannya.
Di sisi lain, para pemegang saham Tesla juga telah menyetujui paket kompensasi jangka panjang bagi Musk. Paket tersebut berpotensi mendorong nilai kekayaannya mendekati USD 1 triliun apabila target-target bisnis Tesla tercapai dalam satu dekade mendatang.
Dengan tren tersebut, Elon Musk kini berada di jalur untuk mencatat sejarah sebagai manusia pertama di dunia yang memiliki kekayaan mencapai USD 1 triliun, sebuah tonggak yang berpotensi mengubah peta kekayaan para super miliarder global.
(Arf)





