95 Persen Desa di Kalimantan Timur Terhubung Internet, Program Gratispol Capai Wilayah Terpencil

Foto: Gubernur Kaltim Harum meninjau stan Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim pada Pekan Raya Kaltim 2026.

Akupedia.id, Kaltim – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat kemajuan besar dalam pemerataan akses digital melalui Program Gratispol Internet Desa. Memasuki awal 2026, sebanyak 95 persen desa di wilayah Kaltim telah terkoneksi internet, termasuk desa-desa yang selama ini berada di kawasan terpencil dan sulit dijangkau.

Capaian tersebut disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim melalui Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Persandian, Bambang Kukilo Argo Suryo. Dari total 841 desa yang ada di Kalimantan Timur, sebanyak 802 desa kini sudah menikmati layanan internet aktif.

Menurut Bambang, keberhasilan ini tidak lepas dari pemanfaatan berbagai teknologi jaringan yang disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing wilayah. Untuk desa-desa yang belum memungkinkan dijangkau jaringan kabel, pemerintah daerah memanfaatkan layanan internet satelit sebagai solusi sementara.

Baca juga  AMAK Kaltim Bongkar Dugaan Nepotisme di Perusda, Kritik Pejabat Tak Transparan

“Sebanyak 158 titik desa saat ini masih menggunakan layanan satelit Starlink. Ini menjadi jembatan agar masyarakat di wilayah paling pelosok tetap bisa mengakses internet,” jelasnya.

Dalam implementasinya, Diskominfo Kaltim mengombinasikan jaringan Fiber Optic (FO), jaringan radio seluler melalui Base Transceiver Station (BTS), serta Very Small Aperture Terminal (VSAT) berbasis satelit. Pendekatan ini dinilai efektif untuk memastikan seluruh desa mendapat layanan, meskipun dengan karakteristik wilayah yang berbeda-beda.

Baca juga  Masih Ada 109 Desa Gelap Gulita di Kaltim, Pemprov dan PLN Fokus Bangun PLTS dan PLTD untuk Wilayah Terpencil

Namun demikian, penggunaan satelit tidak dirancang sebagai solusi jangka panjang. Bambang menegaskan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan secara bertahap mengalihkan koneksi desa ke jaringan kabel FO apabila kondisi medan dan infrastruktur sudah memungkinkan.

“Kami mendorong penggunaan jaringan kabel karena lebih stabil dan biaya operasionalnya jauh lebih efisien dibandingkan satelit,” tegasnya.

Selain persoalan jaringan, ketersediaan listrik juga menjadi tantangan tersendiri di sejumlah desa terpencil. Untuk mengatasi hal tersebut, Diskominfo Kaltim mulai menerapkan pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi alternatif, seperti yang telah diujicobakan di beberapa desa di Kabupaten Paser.

Baca juga  Kapolda Kaltim Hadapi Massa Solidaritas Masyarakat Adat, Janji Dengarkan Aspirasi

Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan jaringan, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan satelit nasional SATRIA sebagai sistem cadangan guna menjaga keberlanjutan layanan internet desa.

Program Gratispol Internet Desa ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kaltim dalam mempercepat transformasi digital, mendorong pemerataan pembangunan, serta membuka akses informasi dan layanan publik yang setara bagi masyarakat, baik di kawasan perkotaan maupun perdesaan. Dengan konektivitas yang semakin luas, pemerintah berharap kualitas pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik di desa dapat terus meningkat.

Berita Lainnya