Serangan Udara Israel Hantam Permukiman di Yaman, 35 Orang Meninggal

Pelabuhan di Yaman terbakar diserang Israel. (AFP)

Akupedia.id – Ibu Kota Yaman kembali dilanda serangan mematikan. Pada Rabu (10/8), jet tempur Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah titik di Sana’a, menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai 131 lainnya. Otoritas setempat memperkirakan jumlah korban masih bisa bertambah seiring proses pencarian dan evakuasi yang terus berlangsung.

Kementerian Kesehatan Yaman melaporkan, bom dijatuhkan di kawasan permukiman warga serta fasilitas publik. Beberapa titik yang terdampak antara lain lingkungan al-Tahrir dan sebuah fasilitas medis di Jalan 60. Di wilayah al-Jawf, serangan juga menghantam kompleks pemerintahan yang berada di ibu kota provinsi al-Hazm.

Baca juga  Tiga Tewas dan Puluhan Lainnya Sakit Usai Menyantap Daging Penyu di Filipina

Media Al Masirah TV yang berada di bawah kendali kelompok Houthi menyebutkan, salah satu sasaran yang diserang adalah Markas Panduan Moral. Ledakan di lokasi itu merobohkan bangunan di sekitarnya dan menghancurkan sejumlah rumah penduduk.

“Syuhada, para korban luka, serta kerusakan rumah-rumah terjadi akibat serangan Israel di Markas Panduan Moral,” tulis media tersebut melalui kanal Telegram, dikutip dari Al Jazeera.

Baca juga  Trump Ultimatum Presiden Sementara Venezuela: Bisa Bernasib Lebih Buruk dari Maduro

Selain itu, Perusahaan Minyak dan Gas Yaman menyampaikan bahwa pesawat tempur Israel turut membidik stasiun medis di Jalan al-Sitteen, Sana’a. Serangan tersebut menambah panjang daftar infrastruktur sipil yang hancur.

Hingga Kamis dini hari, tim penyelamat bersama pertahanan sipil masih berjibaku memadamkan kebakaran yang timbul akibat serangan, sembari mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan. Skala kerusakan secara keseluruhan masih dalam proses pendataan.

Baca juga  Politik Luar Negeri Thailand-Kamboja Membara di Tengah Krisis

Insiden ini semakin menambah penderitaan masyarakat Yaman yang sejak lama sudah hidup dalam situasi konflik berkepanjangan. Serangan ke ibu kota kembali menegaskan rapuhnya perlindungan bagi warga sipil di tengah perang yang tak kunjung mereda. (Arf)

Sumber: Kumparan.com

Berita Lainnya