5 Kebiasaan Warga Jepang Bikin Umur Panjang, Bisa Dicontoh

Ilustrasi warga Jepang (Foto: AP/Hiro Komae)

Akupedia.id – Tingginya angka harapan hidup masyarakat Jepang kerap menjadi sorotan dunia. Negara yang dikenal sebagai Negeri Sakura ini secara konsisten berada di jajaran teratas sebagai salah satu negara dengan usia rata-rata penduduk terpanjang. Menariknya, rahasia umur panjang tersebut tidak semata-mata bergantung pada faktor genetik atau konsumsi makanan tradisional yang sehat, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan hidup sehari-hari yang sederhana dan relatif mudah diterapkan oleh siapa saja.

Seorang dokter bedah saraf asal Amerika Serikat, dr Baibing Chen, baru-baru ini membagikan pandangannya mengenai fenomena ini melalui unggahan di media sosial Instagram. Dokter yang akrab disapa dr Ben tersebut menilai bahwa pola hidup masyarakat Jepang memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan fisik dan mental hingga usia lanjut. Ia menekankan bahwa kebiasaan tersebut tidak bersifat eksklusif dan dapat ditiru oleh masyarakat di negara lain.

Baca juga  Mengenal Lebih Dalam Fakta Unik Seputar Air Mata dan Perannya bagi Kesehatan Mata

Dikutip dari Times of India, berikut lima kebiasaan warga Jepang yang menurut dr Ben berkontribusi besar terhadap panjang umur dan kualitas hidup yang lebih baik.

1. Porsi Makan Lebih Kecil dan Seimbang
Salah satu kebiasaan penting yang sering luput dari perhatian adalah pengaturan porsi makanan. Di Jepang, masyarakat terbiasa mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun beragam. Setiap hidangan umumnya terdiri dari kombinasi karbohidrat, protein, sayuran, serta makanan fermentasi. Pola ini membantu tubuh mencerna makanan secara optimal dan mencegah konsumsi kalori berlebihan yang kerap menjadi pemicu berbagai penyakit kronis.

2. Aktif Bergerak dalam Aktivitas Harian
Berbeda dengan kebiasaan berolahraga berat di pusat kebugaran, masyarakat Jepang cenderung aktif melalui kegiatan sehari-hari. Berjalan kaki menuju stasiun, naik-turun tangga, hingga aktivitas domestik membuat tubuh terus bergerak secara alami. Menurut dr Ben, aktivitas fisik ringan namun konsisten ini bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah ke otak, menurunkan risiko stroke, serta menjaga fungsi kognitif tetap optimal.

Baca juga  Waspadai Batas Aman Minum Kopi Hitam Tanpa Gula Setiap Hari

3. Mengelola Stres agar Tidak Berlarut
Stres kronis diketahui dapat mempercepat proses penuaan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Meski Jepang dikenal sebagai negara dengan ritme kerja yang padat, struktur sosial dan rutinitas yang teratur membantu masyarakatnya mengelola tekanan mental. Kebiasaan menghargai waktu, keteraturan, serta budaya disiplin secara tidak langsung menciptakan keseimbangan psikologis.

4. Menjaga Hubungan Sosial yang Erat
Kesehatan mental dan emosional juga menjadi perhatian penting. Warga Jepang cenderung menjaga hubungan yang kuat dengan keluarga, tetangga, dan komunitas. Lansia tetap dilibatkan dalam aktivitas sosial dan komunitas, sehingga merasa dihargai dan memiliki tujuan hidup. Menurut dr Chen, koneksi sosial yang baik terbukti membantu menurunkan risiko depresi dan menjaga kesehatan mental di usia lanjut.

Baca juga  Waspada! Lima Gejala Bipolar yang Sering Tidak Disadari Banyak Orang

5. Fokus pada Pencegahan melalui Layanan Kesehatan
Selain pola hidup, sistem kesehatan Jepang juga berperan besar dalam menunjang umur panjang. Pemeriksaan kesehatan rutin dan deteksi dini penyakit menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat. Dengan menemukan potensi masalah sejak awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi kondisi serius.

Secara keseluruhan, dr Ben menilai bahwa kunci panjang umur masyarakat Jepang terletak pada konsistensi menjalani gaya hidup sehat. Kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak membutuhkan biaya besar atau perubahan ekstrem, namun menuntut kedisiplinan dan kesadaran jangka panjang. Sebuah pelajaran sederhana bahwa hidup sehat dan panjang umur bisa dimulai dari rutinitas kecil yang dilakukan setiap hari.

Berita Lainnya