Realisasi Pajak Daerah Kaltim Tembus 92,4 Persen

Foto: Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono.
Foto: Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono.

Portalborneo.or.id, Samarinda – Realisasi target pajak kendaraan bermotor oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim mencapai Rp928 miliar. Ketua Komisi II DPRD Nidya Listiyono sampaikan apresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Kaltim.

Nidya Listiyono mengatakan, DPRD memiliki tugas untuk menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) mengenai wajib pajak yang berlaku. Dalam pelaksanaannya, Ismiati yang adalah Kepala Bapenda Kaltim senantiasa hadir menjadi narasumber yang justru mentrigger, menyebarluaskan informasi bahwa membayar pajak itu mudah, dan bahkan ada pemberian reward kepada wajib pajak yang rajin membayar.

Baca juga  Kaltim Tempati Peringkat 4 Nasional Penerapan Demokrasi di Indonesia

“Ini salah satu efek domino yang kemudian pendapatan kita di daerah naik,” ujar Ketua Ikapakarti Kota Samarinda itu, Senin (10/10/2022).

Ismiati menerangkan, self reward yang Bapenda Kaltim berikan itu terlebih dahulu melihat bagaimana realisasi ketaatan masyarakat membayar pajak setiap tahunnya.

“Kita tau kemarin masa pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap daya beli masyarakat dan hal lainnya. Tapi itulah sebabnya kita tetap mendorong melalui moment ini dalam rangka untuk mendorong masyarakat lebih taat lagi membayar pajak kendaraan,” kata Ismiati.

Baca juga  Kemiskinan Ekstrem Picu Stunting, Ananda Ajak Masyarakat Kreatif Bikin Pekarangan Buah dan Sayur di Rumah

Ismiati menyebutkan, target realisasi pembayaran pajak kendaraan bermotor di 2022 ini telah mencapai 80,32 persen, atau sekitar Rp928 miliar. Kemudian untuk pajak balik nama sekitar Rp1 triliun 50 miliar, setara 88,44 persen.

“Secara umum pajak daerah sampai sekarang sudah 92,4 persen, bagus realisasinya,” lanjutnya.

Ditambahkan Ismiati, pembayaran pajak kendaraan dapat dilakukan di kantor Samsat. Namun untuk mempersingkat waktu dan tenaga masyarakat bisa langsung bertransaksi melalui dompet digital seperti tokopedia, gojek, linkaja, indomaret dan sebagainya.

Baca juga  DPRD Kaltim Prioritaskan Koordinasi untuk Optimalisasi Anggaran di OPD

“Sampai sekarang ini penerimaan di channel-channel itu totalnya hampir Rp90 miliar, khusus melalui online. Daripada masing-masing aplikasi telah ada petunjuknya yang mudah dimengerti. Sehingga masyarakat tidak kesulitan mengaksesnya,” tandas Ismiati.

(Tim Redaksi Portlaborneo.or.id/ADV/Fris)

Berita Lainnya

© Copyright 2022 - 2023 Akupedia.id, All Rights Reserved