Samsun Sebut RDTR Jaminan IKN Terhindar Dari Degradasi Hutan

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun.

Portalborneo.or.id, Samarinda – Progres pembangunan Ibukota Nusantara sering menimbulkan pro dan kontra sejumlah pihak, apalagi lokasi tepatnya yakni di Penajam Paser Utara (PPU) itu sebagian besar masih terbilang hutan. Meski begitu, Wakil Ketua DPRD Kaltim dapil Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Samsun meyakini kalau degradasi hutan nantinya tidak sampai terjadi di sana.

Saat menjadi narasumber di talkshow bertajuk ‘Peluang dan Tantangan Petani Kaltim Sambut IKN, pada Rabu (1/3/2023) lalu, Samsun mengatakan, jika degradasi tidak terjadi karena telah ada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang di rampungkan Kementerian ATR/BPN Kepala Badan Otorita IKN.

Baca juga  Ananda Emira Moeis Beri Penguatan Cinta NKRI Terhadap Masyarakat Samarinda Ilir

Kemudian, hadirnya RDTR juga membuat ketentuan pemanfaatan ruang dalam skala yang di nilai dapat terjamin kejelasannya. Di mana kemudian dapat dijadikan sebagai patokan pemberian izin dalam hal pemanfaatan ruang.

“IKN itu ada kawasan RDTR-nya. Jadi tak perlu khawatir. Sudah ada diatur kawasan-kawasan penopang pangan nusantara dan didesain sedemikian rupa hingga penetapan kabupaten/kota sebagai wilayah penyangga,” ujar Samsun.

Baca juga  DPRD Kaltim Perkuat Pemahaman Masyarakat Akan Fungsi Pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah

Politikus PDI Perjuangan Kaltim ini juga menegaskan jika dalam sektor pertanian sangat jarang para petani Kaltim menebang habis hutan secara terus menerus. Karena lahan pertanian saja bahkan masih belum produktif secara maksimal.

Sementara, sektor yang sering kali di anggap kerap melakukan penebang hutan alias eksploitasi adalah perkebunan dan terlebih pertambangan.

Baca juga  Komisi II DPRD Kaltim Menyambut Potensi Investasi di Wilayahnya

“Kalau petani kita jarang mau membabat hutan. Memproduksikan lahan pertanian saja masih kurang produktif. Yang membabat hutan itu pertambangan dan perkebunan,” ungkap Samsun.

Hadir menjadi narasumber dalam talkshow juga yakni dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

(Tim Redaksi Portalborneo.or.id/ADV/Frisca)

Berita Lainnya

© Copyright 2022 - 2023 Akupedia.id, All Rights Reserved