Petani Muda Indonesia Hanya 20%, Samsun Ajak Kalangan Muda Tangkap Pangsa Pasar

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun.
Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun.

Portalborneo.or.id, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengungkapkan, faktanya petani muda di Indonesia kini ialah hanya 20% dari jumlah keseluruhan. Ini sebuah angka mengkhawatirkan dimana 80% sisanya adalah petani yang telah berumur.

Padahal pertanian dan petani merupakan Soko Guru, atau tiang utama perekonomian.

“Saya anak petani, dan masih bertani sampai sekarang, saya bangga dengan hal itu,” kata Samsun.

Samsun pun menerangkan sebaiknya memang orang muda terlebih di Kaltim untuk didorong produktif di bidang pertanian. Karena kalau berbicara prospek pangsa pasar, ini luar biasa bagus.

Baca juga  Belum Serius Berikan Kesejahteraan Petani, Samsun Serukan Peringatan Bagi Pemerintah

Ditilik Bendahara DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kaltim ini, bahwa pangsa pasar yang bagus sampai hari ini belum ada yang menangkap. Ini disayangkan, karena potensi lahan khususnya di Kaltim itu luas. Kemudian cukup subur dan cocok untuk mengembangkan lahan pertanin.

“Hanya saja petaninya yang kurang, pemuda kini memang belum terlalu tertarik untuk menangkap peluang pasar pengadaan pangan,” kata Samsun.

Katakanlah bisnis adalah peluang pasar dan sebetulnya telah di depan mata. Sebab mau menanam apa saja di Kaltim ini ibaratnya pasti terserap oleh pasar.

Baca juga  28 Januari Mendatang PDI Perjuangan Targetkan Menanam 250 Juta Pohon

Bahkan jika berbicara modal pertanian boleh dibilang minim. Tetapi menjadi faktor utama ialah kalangan masyarakat belum banyak melihat ini sebagai prospek usaha yang menggiurkan. Sehingga tidak terlalu banyak dilirik oleh pengusaha muda.

“Jangankan petani. Para pengusaha muda kita pun jarang. Kalau pemuda kita sudah melihat prospeknya berusaha dibidang pertanian menarik. Saya pikir mereka pasti akan mau untuk turun ke bidang pertanian,” kata Samsun.

Baca juga  MUI Tolak Konser Coldplay, Sandiaga Uno: Semua Saran Ditampung

Ada persepsi juga mengatakan bahwa petani itu identik dengan kemiskinan, kekumuhan, ketertinggalan, dan tradisionalisme. Hal demikianlah yang sebetulnya perlu dirubah. Caranya dengan adanya modifikasi atau intensifikasi pertanian (modernisasi pertanian).

“Petani yang modern maksudnya ialah, jika dulu menggunakan tenaga, maka sekarang menggunakan mesin. Nah ini dapat terlihat semakin keren. Jadi tidak perlu lagi mengeluarkan tenaga yang ekstra,” tukas Samsun.

(Tim Redaksi Portalborneo.or.id/Dzl)

Berita Lainnya

© Copyright 2022 - 2023 Akupedia.id, All Rights Reserved