Tekan Enter untuk mencari

Anak Ali Khamenei, Mojtaba, Kini Pimpin Iran

Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, telah ditunjuk untuk menggantikan ayahnya sebagai kepala baru Iran. (Foto: AFP/-)

Akupedia.id – Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru negara tersebut, menggantikan mendiang ayahnya Ali Khamenei, pada Senin (9/3).

Penunjukan ini dilakukan sekitar sepekan setelah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu, yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Majelis Ahli Iran menyatakan keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara internal lembaga tersebut.

“Dengan suara yang menentukan, Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem sakral Republik Islam Iran,” demikian pernyataan Majelis Ahli Iran yang dirilis sesaat setelah tengah malam waktu Teheran.

Mojtaba Khamenei dikenal sebagai ulama tingkat menengah yang memiliki pengaruh kuat di lingkaran keamanan Iran serta jaringan bisnis yang berkembang selama kepemimpinan ayahnya.

Pria berusia 56 tahun itu sejak lama disebut sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Ali Khamenei. Penunjukannya diputuskan oleh Majelis Ahli Iran, lembaga beranggotakan 88 ulama yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi negara tersebut.

Jabatan Pemimpin Tertinggi di Iran merupakan posisi paling berpengaruh dalam sistem politik negara itu. Pemegang jabatan memiliki kewenangan tertinggi dalam urusan politik, militer, dan kebijakan strategis nasional.

Penunjukan Mojtaba Khamenei diperkirakan akan memicu ketegangan baru dengan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan Washington seharusnya memiliki peran dalam proses tersebut.

“Jika dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” ujar Donald Trump dalam wawancara dengan ABC News.

Sementara itu, Israel juga disebut telah mengancam akan menargetkan siapa pun yang dipilih sebagai pengganti Ali Khamenei, sehingga penunjukan pemimpin baru Iran berpotensi memperpanjang ketegangan geopolitik di kawasan.

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini