Agus Suwandy Gelar Sosbang di Sei Kunjang, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan.
Sosialisasi Wawasan Kebangsaan.

Portalborneo.or.id, Samarinda – Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) kembali dilakukan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Agus Suwandy. Kali ini sosbang di laksanakan di Kecamatan Sungai Kunjang, Senin (19/12/2022).

Melalui sambutanya, Agus Suwandy mengatakan jika keberagaman menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dengan berbagai macam suku dan budaya tentu diharapkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tetap jarus terjaga.

Agus Suwandy juga menegaskan jika penanaman nilai-nilai Pancasila didalam setiap aspek kehidupan menjadi sangat penting untuk membangun mental dan karakter sebagai Bangsa Indonesia.

Baca juga  Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Gelar Pembukaan Rehab Sosial dan Hadirkan Sarana Asimilasi Edukasi Konveksi Serta Posyandu Pemasyarakatan

“Berbagai macam suku dan budaya dan banyaknya pulau maka rentan terjadi perpecahan. Pamahaman wawasan kebangsaan tentu menjadi modal dalam perperkuat persatuan dan kesatauan bangsa melalui empat konsesus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” ungkapnya.

Kemajuan teknologi juga menjadi salah satu faktor yang bisa berdampak mengancam keberagaman persatuaan serta kesatuan NKRI.

Baca juga  Infrastruktur Jalan Hingga Penyediaan Air Bersih di Kutai Barat dan Mahakam Ulu Jadi Tantangan Besar Yonavia

“Di era modern saat ini, upaya memecah belah bangsa tidak hanya melalui lisan saja, tapi dengan semakin berkembangnya teknologi upaya-upaya itu bisa dilakukan dengan menggunakan alat kominikasi (handphone). Itulah betapa pentingnya wawasan kebangsaan bagi masyarakat,” ucapnya.

Meski berbeda suku dan agama Indonesia mampu lepas dari belenggu penjajahan. Perjuangan dari para pendiri bangsa ini lah yang sebutnya harus tetap dijaga dalam bermasyarakat.

Baca juga  Sirkuit Resmi di Kaltim, Upaya Cegah Balap Liar dan Tingkatkan Prestasi Pemuda

Politisi Partai Gerindra itu juga menegaskan bahwa wawasan kebangsaan yang digelar kali ini memang patut diapresiasi ditengah degradasi moral akan paham liberal dan radikal yang mendoktrin sejumlah masyarakat.

“Indonesia milik kita bersama, bukan hanya milik satu golongan saja. Makanya Indonesia disebut sebagai negara kesatuan,” pungkasnya.

((Tim Redaksi Portalborneo.or.id)

Berita Lainnya