Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Bakungan terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat akar rumput. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah penyelenggaraan pelatihan bagi kelompok kegiatan (Poktan) yang difokuskan pada penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sosial desa.
Wakil Ketua Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Bakungan, Sumarsih, menyebut langkah tersebut sebagai bentuk investasi jangka panjang yang sangat penting untuk keberlanjutan pembangunan desa. Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM bukan sekadar program rutin, melainkan upaya strategis untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh, sehat, dan mandiri.
“Kegiatan peningkatan SDM ini adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan. Ini upaya kita mempersiapkan masyarakat yang kuat, tangguh, dan mandiri. SDM yang berkualitas adalah fondasi utama desa yang maju,” ujar Sumarsih, Senin (4/8/2025).
Ia menjelaskan, kegiatan pelatihan ini menyasar empat kelompok binaan utama yang memiliki peran signifikan dalam memperkuat ketahanan sosial dan keluarga di Desa Bakungan. Keempatnya yaitu BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluarga Lansia), dan PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja).
Melalui pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga dibekali kemampuan teknis yang bisa diterapkan langsung di lapangan. Materi mencakup pendampingan keluarga, pengelolaan kegiatan kelompok, hingga strategi memperkuat kolaborasi antar Poktan.
“Tujuan utama kami adalah membentuk kader desa yang aktif, kreatif, dan mampu berkolaborasi lintas sektor. Dengan begitu, setiap kelompok bisa saling mendukung dalam memperkuat ketahanan keluarga dan sosial di masyarakat,” terang Sumarsih.
Ia juga menyoroti bahwa penguatan SDM di tingkat desa kini menjadi kebutuhan mendesak, mengingat tantangan yang dihadapi semakin kompleks. Tidak hanya soal kesejahteraan ekonomi, tetapi juga perubahan sosial yang cepat serta meningkatnya kebutuhan layanan keluarga di berbagai bidang.
“Isu ketahanan keluarga kini tidak bisa dipandang sebelah mata. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, dan jika keluarga kuat, maka desa pun akan kuat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sumarsih berharap hasil dari program pelatihan ini akan memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan dan program desa yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dengan SDM yang terlatih dan berdaya, kami yakin Desa Bakungan bisa lebih mandiri, adaptif, dan siap menghadapi berbagai persoalan sosial ke depan,” pungkasnya. (Adv/Arf)