Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menegaskan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan berbagai festival, yang kini tidak hanya digelar di tingkat kabupaten, tetapi juga merambah ke desa-desa. Langkah ini diharapkan mampu memunculkan efek ganda, baik dari sisi ekonomi, budaya, maupun kreativitas masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa kegiatan festival tidak sekadar menjadi ajang hiburan atau ekspresi seni, melainkan juga sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami terus memantau setiap event yang diselenggarakan. Harapannya, festival ini bisa memberikan multi efek, terutama berdampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar lokasi,” ujar Arianto dalam wawancara, Selasa (24/06/2025).
Festival-festival di Kukar, menurut Arianto, membuka peluang bagi masyarakat yang bergerak di bidang seni, budaya, dan pertunjukan. Selain itu, kegiatan ini juga menciptakan ruang bagi pelaku usaha mikro dan UKM untuk mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa transportasi dan penginapan. Efek ekonomi ini menjadi salah satu fokus utama Pemkab dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis budaya.
Lebih lanjut, Arianto menekankan bahwa geliat festival yang mulai merata hingga ke desa-desa menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengembangan potensi wisata berbasis budaya lokal.
“Kami berkomitmen memberikan dukungan teknis dan promosi, agar setiap event bisa dikenal lebih luas, baik di media lokal maupun nasional. Eksposur ini sangat penting untuk menarik wisatawan dan meningkatkan citra Kukar sebagai daerah kaya budaya,” jelasnya.
Dispar Kukar menilai pelaksanaan festival yang konsisten memiliki kontribusi strategis dalam memperkuat identitas budaya daerah, menciptakan ruang kreativitas, dan meningkatkan daya tarik wisata. Arianto menambahkan, kegiatan ini sebaiknya tidak berhenti pada satu kali penyelenggaraan.
“Harapannya, festival bisa berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat, pelaku seni, hingga wisatawan,” ujarnya.
Tidak kalah penting, Plt. Kadispar Kukar memberikan apresiasi terhadap semangat masyarakat yang semakin aktif menggelar festival di desa maupun kecamatan masing-masing. Festival ini kerap menampilkan ciri khas daerah, memperkenalkan potensi lokal, serta memperkuat kebersamaan antara pemerintah, komunitas, dan warga. Kolaborasi ini diyakini menjadi kunci keberhasilan pengembangan pariwisata di Kukar.
Dengan semakin meratanya festival di berbagai wilayah, Kukar menunjukkan bukti nyata sebagai daerah yang kaya akan seni, budaya, dan tradisi. Arianto menegaskan bahwa pihaknya optimistis, dengan dukungan penuh dan semangat kolaborasi, geliat festival akan menjadi motor penggerak pembangunan pariwisata, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. (Adv/Arf)