Kota Bangun Ulu kembangkan ruang kreatif terpadu terinspirasi Simpang Odah Etam

Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Upaya memperluas ruang ekspresi bagi pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) terus digalakkan di Kecamatan Kota Bangun.

Salah satunya datang dari Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) setempat yang tengah menggagas hadirnya ruang kreatif terpadu di Desa Kota Bangun Ulu, terinspirasi dari konsep Simpang Odah Etam (SOE) yang sukses diterapkan di Tenggarong.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Kekraf Kota Bangun, Fery Sulistyo, menjelaskan bahwa konsep Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) dari SOE dinilai efektif sebagai model ruang terbuka yang mampu mengakomodasi berbagai sektor kreatif mulai dari seni pertunjukan, musik, pameran produk, hingga UMKM lokal.

“SOE di Tenggarong itu jadi contoh bagus karena semua sektor bisa terlibat. Kami ingin menghadirkan hal serupa di Kota Bangun sebagai ruang ekspresi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Fery saat diwawancarai awak media belum lama ini.

Baca juga  HUT ke-55 Maluhu Warnai Kukar dengan Semangat Kolaborasi Budaya dan Ekonomi Lokal

Fery mengungkapkan, kawasan yang disasar sebagai lokasi adalah ruang publik seperti taman atau tepian sungai di Desa Kota Bangun Ulu. Namun, realisasi program tersebut saat ini masih terkendala penganggaran dan proses pengajuan kegiatan yang terlambat.

“Sebenarnya kepala desa mendukung penuh, tapi karena pengajuan program agak lambat, kemungkinan baru bisa direalisasikan tahun depan,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, pihak Kekraf Kota Bangun kini tengah melakukan pendataan ulang terhadap potensi Ekraf di seluruh desa lingkup Kecamatan Kota Bangun.

“Selama ini, aktivitas kreatif masih banyak berpusat di wilayah yang lebih mudah dijangkau seperti Desa Kota Bangun Ulu, Liang, dan Kedang Murung,” kata Fery.

“Kami ingin desa-desa lain juga tersentuh. Jadi datanya kita perbarui agar semua potensi bisa terakomodasi dalam pengembangan ruang kreatif ke depan,” tambahnya.

Baca juga  Covid-19 Melonjak, Kukar Land Festival Dipastikan Tertunda

Dirinya menilai, dengan dukungan pemerintah desa dan semangat kolaboratif pelaku lokal, rencana menghadirkan SOE versi Kota Bangun ini dapat menjadi motor penggerak baru bagi geliat ekonomi kreatif di kawasan hulu Kukar.

Sementara itu, Plt Kadispar Kukar, Arianto menyambut baik inisiatif pengembangan ruang ekonomi kreatif di Desa Kota Bangun Ulu yang mengadopsi konsep Simpang Odah Etam (SOE).

Ia menegaskan, Dispar Kukar selalu terbuka untuk mendukung setiap langkah positif dalam mendorong pertumbuhan Ekraf di wilayah-wilayah kecamatan.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dari Kekraf Kota Bangun. Konsep seperti SOE ini memang terbukti mampu menggerakkan komunitas kreatif dan UMKM dalam satu ekosistem yang inklusif,” terang Arianto.

Baca juga  Dispar Kukar Fokus Kembangkan SDM Unggul Lewat Festival Kreatif dan Sertifikasi Profesional untuk Majukan Ekonomi Lokal

Arianto menambahkan, pengembangan ruang kreatif seperti ini sejalan dengan visi Dispar Kukar dalam menciptakan lebih banyak titik pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal, khususnya di luar pusat kota.

“Kalau Kota Bangun punya ruang seperti itu, tentu akan jadi pusat aktivitas yang hidup, sekaligus memperluas kesempatan pelaku lokal untuk tampil, berkreasi, dan menjual produk mereka,” jelasnya.

Dirinya juga memastikan, pihak Dispar Kukar akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor—baik di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten—agar rencana ini bisa masuk dalam skema pembinaan atau dukungan lanjutan ke depan.

“Intinya, asal ada niat dan perencanaan yang jelas, Dispar siap mendampingi. Kami ingin Ekraf di Kukar tumbuh merata, tak hanya di kota tapi juga sampai ke daerah-daerah,” tutupnya. (Adv/Arf)

Berita Lainnya