Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, kembali menyiapkan diri untuk berlaga di Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) 2025. Setelah meraih peringkat kelima pada ajang sebelumnya, desa ini kini menyiapkan strategi baru yang menggabungkan kekayaan budaya lokal, ekowisata, dan kolaborasi warga demi meraih prestasi lebih tinggi.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bekayuh Baumbai dan Bebudaya (B3), Alimin, menjelaskan bahwa aturan lomba hanya melarang juara 1 hingga 3 untuk ikut kembali, sehingga Desa Pela masih berkesempatan berpartisipasi. “Karena kita juara lima, kita masih berhak ikut tahun ini. Sekarang masih dalam proses. Kemungkinan besar kita akan ikut,” ujarnya, Sabtu (17/5/2025).
Desa Pela menyiapkan amunisi baru yang belum diperlihatkan tahun lalu, termasuk Tanjung Tamannoh, kawasan wisata tepi Danau Semayang yang dikembangkan pada akhir 2024. Lokasi ini kini dilengkapi 13 gazebo, satu homestay, dan wahana air seperti banana boat serta paddle boat, yang mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. “Sebelumnya tim Kemendes belum sempat melihat fasilitas baru ini,” jelas Alimin.
Selain pengembangan fisik, Desa Pela juga menekankan keberlanjutan lingkungan melalui keterlibatan aktif dalam konservasi Pesut Mahakam. Upaya ini menjadi nilai tambah penting dalam penilaian LDWN, karena menekankan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan ekosistem sekitar.
“Dari sisi lingkungan, kita sudah berkontribusi. Insya Allah, kalau tahun lalu kita dapat juara lima, tahun ini paling tidak bisa masuk tiga besar,” tutup Alimin optimis.
Dengan kombinasi inovasi fasilitas, kekayaan budaya, dan komitmen konservasi, Desa Pela menegaskan posisinya sebagai salah satu desa wisata yang progresif dan berkelanjutan di Kutai Kartanegara (Adv/Arf)