Dispar Kukar Rancang Paket Wisata Hulu Mahakam untuk Dorong Ekowisata dan Pemberdayaan Lokal

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta

Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus memperkuat strategi pengembangan sektor pariwisata dengan menggali potensi kawasan hulu Sungai Mahakam. Saat ini, Dispar Kukar tengah merancang paket wisata terpadu yang menggabungkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan pengalaman edukatif khas wilayah tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkenalkan sisi eksotis Kutai Kartanegara yang selama ini belum banyak terekspos ke publik luas.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggandeng sejumlah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang aktif di kawasan hulu Mahakam. Beberapa di antaranya berasal dari Kedang Ipil, Kota Bangun III, Pela, hingga kawasan Danau Semayang.

Baca juga  HUT ke-55 Maluhu Warnai Kukar dengan Semangat Kolaborasi Budaya dan Ekonomi Lokal

“Kami sudah berdiskusi dengan beberapa Pokdarwis untuk menyusun konsep paket wisata terpadu ini. Targetnya, wisatawan bisa menikmati berbagai destinasi unggulan hanya dalam satu perjalanan,” jelas Ridha.

Menurutnya, konsep wisata terpadu ini bukan sekadar menggabungkan beberapa destinasi, tetapi juga bertujuan memperkuat sinergi antarwilayah serta mendorong pemerataan manfaat ekonomi di daerah-daerah wisata. Dengan sistem ini, pengunjung dapat menjelajahi dan menikmati panorama Danau Semayang, kehidupan masyarakat di desa wisata Pela dan Kedang Ipil, hingga petualangan menyusuri hutan serta aliran sungai alami di sekitar Kota Bangun.

Ridha menambahkan, Dispar Kukar menyiapkan desain paket wisata yang menggabungkan tiga elemen utama alam, budaya, dan edukasi sehingga wisatawan mendapatkan pengalaman yang beragam dan bermakna.

Baca juga  Dispar Kukar Kenalkan Nasi Bekepor ke Jawa, Upaya Pelestarian Kuliner Tradisional Kutai

“Wisata ini tidak hanya soal pemandangan indah, tapi juga bagaimana wisatawan bisa belajar dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat,” ujarnya.

Namun demikian, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Pemerintah desa, pelaku usaha lokal, dan perusahaan swasta yang beroperasi di kawasan tersebut diharapkan turut berpartisipasi aktif.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antarstakeholder sangat penting agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas. Lebih baik lagi kalau masyarakatnya ikut menjadi penggerak utama,” tegas Ridha.

Saat ini, Dispar Kukar masih berada pada tahap perencanaan teknis. Tim sedang menyusun peta destinasi, menentukan jalur transportasi yang paling efisien, serta menyiapkan integrasi layanan penginapan dan kuliner. Pelatihan juga akan diberikan kepada sumber daya manusia (SDM) lokal agar mereka siap menjadi pemandu wisata profesional yang ramah dan berwawasan lingkungan.

Baca juga  Pantai Ambalat Tumbuh Jadi Destinasi Unggulan Kukar Berkat Sinergi Komunitas, Pemerintah, dan UMKM

Pemerintah daerah menaruh harapan besar terhadap program ini. Selain berpotensi menarik wisatawan domestik dan mancanegara, paket wisata terpadu di hulu Mahakam juga diyakini mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat UMKM serta ekonomi kreatif, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian alam dan budaya lokal.

“Ini saatnya kita memperkenalkan potensi wisata Kukar yang luar biasa, terutama di kawasan hulu Mahakam. Kami yakin dengan kolaborasi dan semangat masyarakat, Kukar bisa menjadi destinasi unggulan bukan hanya di Kalimantan, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” tutup Ridha.

Berita Lainnya