Tugu RIS Sangasanga Diangkat Jadi Destinasi Wisata Sejarah, Warisan Heroik Kukar Tetap Hidup

Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus berupaya melestarikan warisan sejarah, salah satunya melalui Tugu Republik Indonesia Serikat (RIS) di Sangasanga. Monumen ini kini menjadi fokus pengembangan destinasi wisata sejarah yang edukatif dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Tugu RIS bukan sekadar simbol fisik, melainkan sakral sebagai bukti keberanian rakyat Sangasanga menghadapi penjajahan Belanda. Monumen ini dibangun untuk mengenang Peristiwa Merah Putih tahun 1947, saat warga Sangasanga berhasil merebut kendali kota selama tiga hari sebelum akhirnya kota dibumihanguskan oleh Belanda.

Baca juga  Peringatan Hari Anak 2024 di Kukar, DP3A Bikin Wadah Ekspresi dan Kreativitas Anak-Anak!

Menurut Plt. Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Ivan Ahmad, nilai Tugu RIS melampaui fisik monumen.

“Tugu RIS adalah bukti nyata semangat juang rakyat Sangasanga. Ini bukan sekadar bangunan, tapi pengingat pengorbanan luar biasa demi kemerdekaan bangsa,” ungkap Ivan, Senin (28/4).

Pengembangan Tugu RIS sebagai destinasi wisata sejarah dilakukan secara berkelanjutan, dengan tujuan menjadikannya media edukasi yang hidup. Wisatawan, khususnya generasi muda, dapat belajar tentang perjuangan lokal dan menanamkan rasa cinta tanah air serta nasionalisme.

Baca juga  Kekraf Kukar Restrukturisasi, Siapkan Pemimpin Baru untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Dispar Kukar juga aktif melakukan promosi agar Tugu RIS menjadi titik kunjungan unggulan. Strategi ini tak hanya bertujuan melestarikan situs sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat patriotisme masyarakat melalui wisata edukatif.

“Pariwisata tidak hanya hiburan. Situs sejarah seperti Tugu RIS menjadi jendela untuk mengenal sejarah dan menghargai perjuangan bangsa,” jelas Ivan.

Baca juga  Dispar Kukar Jadikan Festival Desa Sebagai Pusat Gerakan Wisata Komunitas dan Penggerak Ekonomi Rakyat

Ke depan, Tugu RIS diharapkan tak sekadar dikenal sebagai monumen lokal, melainkan menjadi ikon kebanggaan masyarakat Kukar. Dengan pengelolaan yang tepat, keberadaan tugu ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui wisata sejarah, sambil memperkuat identitas Kukar sebagai daerah yang kaya nilai perjuangan dan nasionalisme.

“Ikhtiar kami adalah memastikan situs-situs bersejarah tetap hidup, memberi edukasi, dan sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mendukung kesejahteraan lokal,” pungkas Ivan. (Adv/Arf)

Berita Lainnya