Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tengah menyiapkan penggunaan Dana Desa tahap kedua. Kali ini, prioritas diarahkan pada pembangunan infrastruktur serta penguatan pemberdayaan masyarakat agar manfaat dana benar-benar terasa di lapangan.
Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, menjelaskan bahwa mekanisme pencairan dana kini lebih praktis dibanding sebelumnya.
“Dulu pencairan dilakukan dalam tiga tahap, sekarang cukup dua tahap saja. Hal ini diharapkan mempercepat pelaksanaan program sekaligus mempermudah koordinasi,” ujar Sukirno, Selasa (9/9/2025).
Pada tahap pertama, sejumlah program telah terealisasi, meski sebagian kegiatan masih menunggu proses pelaksanaan. Sukirno menegaskan, seluruh kegiatan tetap mengacu pada rencana pembangunan desa dan kebutuhan riil warga.
“Semua program kami susun sesuai aspirasi masyarakat sehingga tepat sasaran,” jelasnya.
Salah satu pencapaian tahap pertama adalah pengadaan mobil ambulans desa. Sukirno menambahkan, fasilitas ini menjadi prioritas karena berperan penting dalam menunjang pelayanan kesehatan warga. Selain itu, tahap awal juga menyalurkan bantuan sosial berskala kecil yang disesuaikan dengan kebutuhan warga secara selektif dan transparan.
Memasuki tahap kedua, fokus utama beralih pada pembangunan fisik. Peningkatan sarana dan prasarana, termasuk fasilitas ibadah, jalan lingkungan, serta sarana umum lainnya, menjadi prioritas agar kualitas hidup masyarakat meningkat. Program-program yang sempat tertunda di tahap pertama pun akan dilanjutkan sehingga target pembangunan desa bisa terealisasi secara menyeluruh.
Sukirno mengakui waktu pelaksanaan tahap kedua cukup terbatas, namun ia optimistis pemerintah desa mampu bekerja intensif. “Kami akan memastikan setiap program selesai tepat waktu dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Loh Sumber,” ujarnya.
Pemerintah desa juga berupaya melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. Mekanisme musyawarah desa dan koordinasi antar RT diterapkan untuk memastikan partisipasi warga. Dengan demikian, warga bukan sekadar penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Tujuan kami adalah agar Dana Desa tahap kedua tidak hanya menggerakkan pembangunan fisik, tapi juga memberdayakan masyarakat. Semua langkah diambil dengan pertimbangan kebutuhan nyata warga,” pungkas Sukirno.
Dengan pendekatan yang terencana dan partisipatif, Desa Loh Sumber menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang merata dan bermanfaat, sehingga setiap warga merasakan dampak positif dari Dana Desa. (Adv/Arf)