Akupedia.id, TENGGARONG – Kecamatan Samboja yang telah masuk dalam wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) ternyata hingga kini belum merasakan dampak pembangunan fisik dari pemerintah pusat. Meski menjadi bagian dari peta strategis proyek nasional tersebut, kebutuhan dasar masyarakat Samboja masih sepenuhnya ditopang oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar).
Camat Samboja, Damsik, menjelaskan bahwa kontribusi pemerintah pusat baru menyentuh pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Bentuknya berupa pelatihan dan program pemberdayaan masyarakat, sementara pembangunan infrastruktur dasar belum terlihat.
“Kalau untuk pembangunan fisik, sampai saat ini belum ada. Semua masih ditangani Pemkab Kukar. Pemerintah pusat baru sebatas memberi dukungan dalam bentuk pelatihan SDM,” ungkap Damsik.
Ia menambahkan, ada 13 desa di Samboja serta sebagian wilayah Kecamatan Muara Jawa dan Samboja Barat yang sudah tercatat masuk dalam kawasan proyek IKN. Namun, belum ada kepastian mengenai alih kelola pembangunan dari pemerintah kabupaten ke pemerintah pusat.
“Pembahasan memang sudah dilakukan, tetapi keputusan finalnya belum ada. Jadi seluruh pembiayaan dan tanggung jawab pembangunan masih tetap berada di Pemkab Kukar,” jelasnya.
Di tengah ketidakjelasan tersebut, Pemkab Kukar tetap menggenjot pembangunan di Samboja. Fokus utama diarahkan pada perbaikan infrastruktur jalan dan sektor pendidikan. Saat ini, salah satu proyek prioritas yang berjalan adalah perbaikan Jalan Poros Balikpapan–Handil yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Timur, selain juga peningkatan jalan lingkungan di Desa Bukit Raya dan Desa Beringin Agung.
Pada bidang pendidikan, Damsik mengapresiasi langkah percepatan renovasi tiga sekolah dasar di Samboja. Rencana awalnya proyek tersebut dijadwalkan terlaksana pada 2026, namun dipercepat menjadi tahun ini. “Progres di lapangan sudah mulai terlihat. Kami merasa sangat terbantu dengan perhatian Pemkab Kukar dan provinsi,” ujarnya.
Tak hanya itu, pemerintah kecamatan juga berkomitmen untuk mengawal program strategis lainnya. Di antaranya pembangunan saluran air dan fasilitas publik yang dibutuhkan warga. Damsik menegaskan, selama belum ada intervensi nyata dari proyek IKN, pihaknya akan memastikan pembangunan di Samboja tetap berjalan dengan dukungan penuh dari Pemkab Kukar.
“Selama belum ada kejelasan dari pusat, kami tetap bergerak. Kami pastikan pelayanan dan pembangunan yang menyentuh masyarakat tidak terhenti,” tegasnya.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah kecamatan, Pemkab Kukar, dan Pemprov Kaltim, Samboja berupaya mengejar ketertinggalan infrastruktur sambil menunggu kontribusi konkret pemerintah pusat melalui program pembangunan IKN. (Adv/Arf)