Pemkab Kukar Siap Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis Melalui Skema MBG Plus

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri. (Istimewa)

Akupedia.id, TENGGARONG – Pemerintah pusat saat ini tengah gencar mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk menjamin ketersediaan makanan bergizi, terutama bagi anak-anak sekolah dan kelompok masyarakat rentan, demi meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mencegah masalah gizi buruk.

Sejalan dengan kebijakan nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyatakan dukungan penuh dan berkomitmen menjalankan program ini secara maksimal. Dukungan tersebut bahkan dipertegas langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Menurut Aulia, program MBG memiliki keterkaitan erat dengan agenda prioritas daerah, khususnya upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa Pemkab Kukar telah menetapkan penyediaan makanan bergizi gratis bagi balita dan lansia sebagai salah satu visi misi dalam konsep pembangunan Kukar Idaman Terbaik.

“Program MBG Plus yang kita jalankan ini merupakan kolaborasi antara program nasional dengan inovasi daerah. Intinya, bagaimana anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang cukup dan terjamin. Bukan soal siapa yang berwenang, melainkan bagaimana masa keemasan generasi penerus bisa terwujud,” tegas Aulia.

Baca juga  Pemkab Kukar Berikan Dana Hibah Pilkada Sebesar Rp103 Miliar

Sinergi Pusat dan Daerah Lewat MBG Plus

MBG Plus yang digagas Pemkab Kukar merupakan penyempurnaan dari program nasional, di mana daerah turut memberi sentuhan kebijakan lokal agar implementasinya lebih tepat sasaran. Sasaran utama tetap anak-anak, namun keberlanjutan program ini juga diarahkan untuk menjangkau kelompok lansia agar kebutuhan gizi mereka tidak terabaikan.

Aulia menambahkan bahwa semangat utama MBG bukan sekadar menjalankan instruksi pusat, melainkan memastikan masyarakat Kukar benar-benar merasakan manfaat nyata. Dengan begitu, perbaikan status gizi masyarakat bisa berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dan produktivitas di masa depan.

Baca juga  Kue Kroncong: Kuliner Ikonik Desa Teluk Dalam yang Menggoda Selera dan Perekonomian

Dukungan Infrastruktur Gizi di Kukar

Sebagai bentuk keseriusan, saat ini Pemkab Kukar telah memiliki empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Unit layanan ini berfungsi untuk memastikan distribusi makanan bergizi berjalan sesuai standar. Bupati Aulia juga telah melakukan pertemuan dengan para pengelola SPPG, guna membangun komunikasi intensif serta memastikan koordinasi berjalan baik.

“Kami rutin berdiskusi dengan pengelola, agar program ini tidak hanya berjalan di tingkat kabupaten, tetapi juga merata di seluruh kecamatan. Harapan kami, MBG Plus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di desa-desa,” ujarnya.

Baca juga  Pengelolaan Vanue Olahraga di Kukar Targetkan Capai Rp525 Juta

Upaya Pencegahan Stunting

Lebih jauh, Aulia menekankan bahwa MBG Plus merupakan bagian penting dari strategi pencegahan stunting di Kukar. Ia meyakini bahwa perbaikan pola gizi sejak usia dini akan menciptakan generasi emas yang lebih sehat dan berdaya saing.

“Kalau kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi dengan baik, otomatis mereka akan tumbuh optimal. Itulah yang menjadi fokus kita. Kita ingin generasi penerus Kukar terbebas dari masalah gizi buruk,” tandasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Pemkab Kukar optimistis implementasi MBG Plus akan berjalan sukses. Harapannya, program ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan benar-benar menjadi solusi dalam menjawab tantangan gizi dan kesehatan masyarakat Kukar. (Arf)

Berita Lainnya