Dari Muara Muntai ke Muara Enggelam: Dispora Kukar Bangun Lapangan Kreatif

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni (Ist)

Akupedia.id, Tenggarong – Video yang memperlihatkan sekelompok anak di Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, tengah bermain sepak bola di atas lapangan dari kayu ulin, mendadak menjadi sorotan warganet. Tayangan tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari publik. Banyak yang terkesan dengan semangat anak-anak meskipun fasilitas yang digunakan jauh dari layak.

Lapangan tak biasa itu berdiri di atas permukaan air, dibangun dari susunan papan kayu ulin yang kokoh. Keunikan ini mencerminkan kondisi geografis daerah hulu Kutai Kartanegara yang didominasi wilayah perairan. Dengan lahan yang terbatas, warga setempat memanfaatkan apa yang ada untuk tetap bisa berolahraga.

Menanggapi fenomena itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menyatakan bahwa penggunaan lapangan kayu ulin bukanlah hal baru di wilayah hulu. Ia menjelaskan, “Memang rata-rata teman-teman di daerah hulu, seperti Muara Muntai, mengandalkan lapangan dari kayu ulin karena jumlah daratan yang cukup terbatas.”

Baca juga  Subsidi Melenceng, DPRD Kaltim Minta Data Penerima LPG 3 Kg Lebih Akurat

Sebagai bentuk kepedulian, Dispora Kukar juga telah membangun fasilitas serupa di beberapa desa lainnya. Salah satu contohnya adalah di Desa Muara Enggelam, di mana lapangan futsal kayu ulin telah berdiri sejak tahun lalu. “Kita sudah bangun lapangan seperti itu kemarin di Muara Enggelam, dan tahun ini juga masih kita anggarkan untuk kelengkapan seperti jaring dan lainnya,” ujar Aji Ali.

Baca juga  Dafip Haryanto Hadiri Sosialisasi APBD 2024, Siapkan Program Kukar Idaman

Aji Ali menekankan bahwa pemerataan pembangunan sarana olahraga menjadi prioritas utama, tidak hanya di wilayah tengah Kukar. Menurutnya, perhatian pemerintah juga diarahkan ke daerah-daerah pelosok, termasuk kawasan hulu dan hilir. Ia menyatakan bahwa keterbatasan geografis tidak boleh menjadi penghalang tumbuhnya minat olahraga di kalangan anak-anak.

Tahun ini, sejumlah kecamatan seperti Marangkayu, Muara Badak, dan Samboja juga masuk dalam daftar wilayah yang akan menerima perbaikan fasilitas olahraga. Aji Ali menyebutkan bahwa proses peningkatan infrastruktur dilakukan bertahap sesuai kebutuhan di masing-masing daerah. Setiap wilayah, menurutnya, memiliki tantangan tersendiri dalam pengadaan sarana olahraga.

Meskipun keterbatasan masih menjadi kendala utama, semangat anak-anak dalam video tersebut memberikan harapan baru bagi pengembangan olahraga di daerah terpencil. Pemerintah memandang hal ini sebagai dorongan positif untuk terus memperluas akses terhadap fasilitas yang memadai. Anak-anak di desa terpencil dinilai tetap memiliki antusiasme tinggi meski sarana yang tersedia sangat terbatas.

Baca juga  Gerakan Pangan Murah Kukar Dinilai Dorong Ekonomi Lokal dan Kesejahteraan Warga Desa

“Semangat mereka luar biasa, dan itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan perhatian dan dukungan yang maksimal,” tutup Aji Ali dengan penuh optimisme. Ke depan, Dispora Kukar berharap pengadaan lapangan yang lebih layak bisa menjangkau lebih banyak desa, agar potensi anak-anak di bidang olahraga bisa tumbuh secara merata di seluruh wilayah Kutai Kartanegara.

(Adv/DiskominfoKukar)

Penulis : Arnelya NL

Berita Lainnya