Akupedia.id, TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil kembali mempertahankan predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Madya untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Hal ini semakin menegaskan komitmen Kukar dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak-anak, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Prestasi ini tidak datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari berbagai upaya yang terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kukar melalui berbagai sektor. Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Nurul Fitriningsih, menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak dianggap sebagai sebuah perlombaan, tetapi sebagai bagian dari proses standarisasi yang harus dilalui oleh setiap kabupaten dan kota di Indonesia.
“Ada stratanya, mulai dari pratama, madya, nindya, utama, hingga yang tertinggi Kota Layak Anak,” ujar Nurul ketika memberikan penjelasan terkait sistem tingkatan dalam standarisasi Kota Layak Anak. Menurutnya, Kukar kini tengah mempersiapkan diri untuk melangkah ke tingkatan yang lebih tinggi, yaitu predikat KLA utama, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam kategori ini.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengarahkan berbagai instansi dan fasilitas umum untuk memenuhi standar KLA. “Standarisasi layak anak tidak hanya diterapkan di kantor-kantor, tetapi juga di sekolah, puskesmas, rumah ibadah, dan berbagai fasilitas umum lainnya. Di dalamnya harus ada pusat informasi ramah anak dan ruang bermain ramah anak,” paparnya.
Saat ini, Kukar telah memiliki dua pusat informasi ramah anak yang terletak di Kantor DP3A dan Kantor Bupati. Fasilitas ini diharapkan bisa semakin membantu menciptakan lingkungan yang informatif dan aman bagi anak-anak. Namun, Nurul mengakui bahwa masih ada banyak ruang untuk perbaikan dan pengembangan. Salah satu inisiatif yang kini tengah dikembangkan adalah taman pintar, yang rencananya akan dibangun di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Taman pintar ini akan dilengkapi dengan permainan yang aman dan sesuai standar bagi anak-anak,” jelasnya lebih lanjut. Taman ini tidak hanya bertujuan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi anak-anak untuk belajar sambil bermain.
Untuk mencapai target KLA utama, kolaborasi yang kuat antara berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat diperlukan. “Kami sudah membahas tugas dan tanggung jawab masing-masing OPD. Penilaiannya akan dimulai pada Maret 2024,” kata Nurul. Setidaknya ada 20 OPD yang dilibatkan dalam proses penilaian ini, memastikan setiap sektor terkait memberikan kontribusi maksimal.
Dengan dedikasi dan kerja sama yang baik, Kukar berharap dapat meraih predikat KLA utama pada tahun 2024. “Kami berharap tahun depan Kukar bisa berada di posisi utama KLA. Ini adalah untuk kesejahteraan anak-anak kita, generasi penerus bangsa,” pungkasnya dengan optimisme tinggi. (*)
Penulis : Dion