Keterwakilan Perempuan dan Kasus Kekerasan Jadi Fokus DP3A Kukar, Siapkan Mal Pelayanan Terpadu

Foto: Kepala DP3A Kukar, Bambang Arwanto.
Foto: Kepala DP3A Kukar, Bambang Arwanto.

Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Bambang Arwanto, mengungkapkan banyak hal yang terjadi terkait gender mainstream.

Dalam perbincangan dengan sejumlah awak media, Bambang Arwanto membahas soal keterwakilan perempuan di parlemen, rencana DP3A Kukar, hingga meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Bambang Arwanto mengawali perbincangan soal keterwakilan perempuan di parlemen yang jumlahnya hanya mencapai 15 persen dari target 30 persen.

Tidak hanya di parlemen, keterlibatan perempuan pada jabatan publik juga masih tergolong minim.

Baca juga  Mahasiswa Poltekes Kemenkes Kaltim Abdi Masyarakat di Kukar, Dukung Pengentasan Stunting

“Keterlibatan perempuan dalam jabatan publik juga sangat sedikit, baru ada sekitar 19 persen. Ini perlu ada kesamaan pikiran, karena konstruksi sosial laki-laki dan perempuan tidak bolehlah disamakan sosialnya,” ucap Bambang.

“Tapi, perempuan dan laki-laki itu harus disamakan dalam aspek politik dan semua aspek kehidupan,” sambungnya.

Ia tak pungkuri, kultur masyarakat Indonesia masih menilai perempuan hanya mengurus rumah dan dapur belum dapat sepenuhnya dihilangkan.

“Tentu perempuan harus menjadi pioner kebijakan untuk perempuan,” imbuhnya.

Baca juga  Disdikbud Kukar Gelar FGD untuk Susun Roadmap Pendidikan 2021-2026

Dalam tatanan DP3A Kukar, pihaknya selalu membuat program, maupun kegiatan yang memiliki dimensi dan manfaat yang sama untuk laki dan perempuan.

“Sosialisasi terus kita lakukan, termasuk dari segi anggaran, di mana setiap kegiatan pembangunan harus punya dimensi manfaat yang sama untuk laki dan perempuan,” jelasnya.

Lalu, pihaknya merencanakan untuk membangun mal pelayanan perempuan dan anak.

Mal pelayanan perempuan dan anak menjadi suatu layanan terpadu, di mana semua keperluan, bagi proses administrasi, konsultasi, pendampingan, hingga laporan kepolisian, tersedia dalam satu atap.

Baca juga  Bagikan 10.000 Bibit Jaga Stabilitas Inflasi Kota Tepian

Menurutnya mal pelayanan perempuan dan anak perlu dibangun, mengingat tingginya angka kekerasan dan anak di Kukar.

Persoalan ekonomi masih menjadi penyebab utama terjadinya kekerasan perempuan dan anak, baik KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga), maupun kekerasan seksual.

“Dibanding semester sebelumnya, ini yang paling banyak (kasus kekerasan perempuan dan anak).”

“Dengan adanya mal pelayanan perempuan dan anak, maka penanganan terhadap korban dapat dilakukan dengan cepat dan terpadu,” ungkapnya.

ADV/DiskominfoKukar/2

Berita Lainnya

© Copyright 2022 - 2023 Akupedia.id, All Rights Reserved