Akupedia.id, Tenggarong – Momen libur Lebaran membawa berkah tersendiri bagi para fotografer lepas di kawasan Taman Tanjong, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Tingginya minat pengunjung untuk mengabadikan momen bersama keluarga membuat jasa foto dadakan kebanjiran pelanggan, bahkan sejak sebelum hari raya tiba.
Salah satu fotografer freelance, Ale Muhammad, mengungkapkan lonjakan pengunjung sudah terasa sejak dua hari terakhir sebelum Lebaran.
“Hari pertama Lebaran itu sudah ramai, bahkan sebelumnya juga sudah mulai banyak yang datang ke sini,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan, tarif yang ditawarkan cukup bervariasi. Untuk satu foto dibanderol Rp15 ribu, sementara paket lebih hemat juga tersedia, seperti 4 foto seharga Rp50 ribu dan 10 foto Rp100 ribu.
“Kalau yang ambil paket itu paling banyak, ada juga yang langsung ambil 20 foto. Tapi tetap ada juga yang ambil satu atau dua saja,” katanya.
Dalam sehari, pendapatan yang diperoleh pun cukup menjanjikan. Ale menyebut rata-rata bisa mencapai Rp1 juta per hari selama masa liburan.
“Kadang bisa lebih, kadang di bawah, tapi rata-rata segitu,” tambahnya.
Menariknya, proses pemilihan foto kini semakin praktis. Pengunjung bisa langsung memilih hasil jepretan melalui aplikasi di ponsel. Foto yang tidak dipilih akan dihapus, sementara file yang diambil dikirim dalam bentuk mentah dengan ukuran sekitar 2 MB, yang masih aman untuk dicetak hingga ukuran 10R.
Jika pelanggan menginginkan hasil edit, fotografer akan mengerjakannya di rumah menggunakan komputer tanpa biaya tambahan.
Biasanya, kata Ale, ia mulai bekerja sejak pukul 17.00 hingga sekitar pukul 22.00 WITA, mengikuti jam ramai kunjungan masyarakat. Selain di Taman Tanjong, ia juga melayani area lain seperti turap, yang kerap dipadati warga yang berolahraga.
Untuk pemesanan, selain transaksi langsung di lokasi, pelanggan juga bisa menghubungi melalui media sosial Instagram @gawalmoto. Bahkan, hasil foto dapat diakses melalui tautan khusus atau aplikasi berbasis galeri online.
Menurut Ale, dibandingkan tahun sebelumnya, minat masyarakat untuk mendokumentasikan momen Lebaran mengalami peningkatan signifikan.
“Sekarang kesadaran orang untuk dokumentasi itu sudah tinggi. Jadi tahun ini terasa lebih ramai,” tutupnya.
Ia pun berharap tren ini terus berlanjut, sehingga jasa fotografi jalanan seperti yang dijalaninya dapat semakin berkembang dan menjadi peluang usaha yang menjanjikan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan dokumentasi momen berharga.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





