Tekan Enter untuk mencari

Di Balik Hangatnya Idulfitri, Jalan Berlumpur Warnai Perjalanan Warga Rantau Hempang-Selerong

Foto: Warga yang berjibaku mendorong sebuah mobil amblas di jalan berlumpur.

Akupedia.id, Tenggarong – Di tengah suasana hangat Hari Raya Idulfitri, sebuah video yang diunggah akun Facebook Arian pada Selasa (23/3/2026) itu justru memperlihatkan sisi lain dari perjalanan silaturahmi di Hulu Kutai Kartanegara (Kukar).

Alih-alih lancar, warga yang melintas di jalan penghubung antara Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman dan Desa Selerong, Kecamatan Sebulu, harus berjibaku dengan lumpur tebal yang membuat kendaraan tak bisa melaju.

Video yang telah ditonton sekitar 28 ribu kali itu menangkap momen ketika sebuah mobil terpaksa didorong ramai-ramai. Roda yang terperosok, jalan yang licin, dan tenaga yang terkuras menjadi gambaran nyata perjalanan warga di jalur tersebut. Padahal, bagi banyak orang, Lebaran adalah waktu untuk berkumpul, berbagi tawa, dan melepas rindu bersama keluarga.

Namun di ruas jalan ini, cerita berbeda justru hadir. Perjalanan yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi perjuangan. Sepatu dan pakaian yang kotor oleh lumpur seolah menjadi “oleh-oleh” tak terduga dari perjalanan mudik lokal di wilayah tersebut.

Reaksi warganet pun bermunculan. Rasa iba hingga kritik terhadap kondisi infrastruktur daerah mewarnai kolom komentar.

“Masyaallah, kasian ya. Mau senang-senang dengan keluarga dalam rangka momen Lebaran malah harus capek dorong mobil di tempat lumpur,” tulis salah satu pengguna.

Ada pula yang menyinggung ironi daerah yang dikenal kaya sumber daya, namun masih menghadapi persoalan akses jalan.

Jalur penghubung antar desa ini memang menjadi urat nadi aktivitas warga. Tak hanya saat Lebaran, akses tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari, mulai dari bekerja, berdagang, hingga urusan pendidikan. Ketika kondisi jalan memburuk, aktivitas warga pun ikut terhambat.

Kisah dari Rantau Hempang menuju Selerong ini menjadi potret kecil dari tantangan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan Kalimantan Timur (Kaltim). Di tengah geliat pembangunan dan citra daerah yang terus berkembang, masih ada sudut-sudut yang membutuhkan perhatian lebih serius.

Di balik lumpur yang menghambat perjalanan itu, tersimpan harapan sederhana warga: jalan yang layak, perjalanan yang aman, dan momen Lebaran yang benar-benar bisa dinikmati tanpa hambatan.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini