Akupedia.id, Tenggarong – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini memasuki tahap sosialisasi dalam rangka rekrutmen dan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026.
Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti, menyampaikan bahwa sosialisasi dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan informasi seleksi dapat diakses secara merata oleh seluruh sekolah di wilayah Kukar.
Ia menjelaskan, sejak diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022, Kesbangpol diamanatkan untuk melaksanakan proses rekomendasi seleksi calon Paskibraka. Rangkaian kegiatan setiap tahunnya diawali dengan pembekalan dari Badan Pembinaan Paskibraka (BPP), kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi sebelum memasuki masa pendaftaran.
“Sosialisasi ini penting agar adik-adik memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri sebelum pendaftaran dibuka,” ujarnya.
Rinda juga menambahkan, pendaftaran nantinya akan dilakukan secara daring melalui aplikasi Transparansi dengan mekanisme pembuatan akun dan pengunggahan persyaratan administratif. Setelah berkas diverifikasi dan dinyatakan lolos, peserta akan mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (Wasbang).
Menurutnya, tes Wasbang dan Tes Intelegensi Umum (TIU) bersifat gugur dengan nilai minimal passing grade 70 sesuai ketetapan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Peserta yang tidak memenuhi nilai tersebut tidak dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya.
“Passing grade nya kan 70, kalau kurang dari itu otomatis yang bersangkut itu tidak bisa masuk ke tahapan berikutnya. Jadi kuncinya itu sebenarnya, tahap awal itu Wasbang dan TIU,” tegasnya.
Tahapan lanjutan meliputi tes samapta, Peraturan Baris Berbaris (PBB), parade, tes kesehatan, psikotes, penelusuran minat, hingga wawancara.
Dalam tahap sosialisasi ini, Kesbangpol Kukar juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Wilayah III Kukar untuk memastikan informasi seleksi tersampaikan ke seluruh SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta. Selain sosialisasi langsung ke sekolah, informasi juga disampaikan melalui media daring serta media sosial resmi Kesbangpol.
Rinda menegaskan bahwa persyaratan seleksi tahun ini tidak mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya, termasuk ketentuan tinggi dan berat badan yang harus proporsional bagi peserta putra dan putri.
Ia berharap melalui sosialisasi yang masif, semakin banyak putra-putri terbaik Kukar yang mendaftar dan mampu bersaing hingga tingkat nasional.
“Kita berharap, kalau tahun lalu ada satu anak dari kukar yang masuk seleksi tingkat nasional, walaupun dia pada akhirnya posisinya cadangan tapi kan itu sudah hal yang sangat membanggakan. Tahun ini mudah-mudahan ada yang bisa masuk ke tingkat nasional dan jadi pengibar bendera,” pungkasnya.
Ara





