Akupedia.id – Perdagangan pasar saham Indonesia pada Rabu pagi (28/1/2026) dibuka dengan tekanan hebat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terperosok tajam ke zona merah, mencatat penurunan lebih dari 6 persen hanya beberapa menit setelah pembukaan pasar.
Berdasarkan data perdagangan RTI, pada pukul 09.05 WIB IHSG berada di level 8.378,23 atau melemah 6,70 persen setara 601,99 poin. Saat pembukaan, indeks sempat berada di posisi 8.393,51, dengan level tertinggi 8.405,09 dan terendah 8.349,65. Tekanan jual terlihat merata sejak awal sesi, menandakan sentimen negatif yang kuat di kalangan pelaku pasar.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi. Volume transaksi mencapai 7,44 miliar lembar saham dengan nilai transaksi (turnover) sebesar Rp5,03 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 403.895 kali transaksi. Dari sisi pergerakan saham, hanya 36 saham yang menguat, sementara 588 saham terkoreksi dan 69 saham bergerak stagnan.
Sektor energi menjadi yang paling terpukul dalam kejatuhan IHSG kali ini. Hingga sesi I pukul 10.35 WIB, sektor ini tercatat anjlok hingga 9,32 persen. Sejumlah saham berkapitalisasi besar di sektor tersebut bahkan menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB).
Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) milik Hapsoro misalnya, turun maksimal 15 persen ke level Rp4.590 per saham. Kondisi serupa dialami PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang merosot 14,97 persen menjadi Rp6.250 per saham. Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) milik Grup Bakrie juga terkena ARB, turun 14,97 persen ke Rp1.420 per saham, sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi 14,53 persen ke harga Rp294.
Tekanan juga menimpa saham-saham yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu. PT Petrosea Tbk (PTRO) melemah 14,87 persen ke Rp7.300 per saham, sedangkan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 13,48 persen ke Rp1.540. Dari Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turut ambles 14,98 persen hingga menyentuh ARB di Rp98.625.
Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga ikut terkoreksi 3,93 persen ke Rp2.200, disusul PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang turun 3,77 persen ke Rp7.650 per saham.
Tak hanya energi, sektor infrastruktur juga mengalami tekanan berat dengan pelemahan mencapai 10,09 persen pada pukul 10.53 WIB. Sektor industri dan kimia turut tertekan hingga 8,06 persen.
Menjelang akhir sesi pagi sekitar pukul 10.54 WIB, IHSG semakin dalam terkoreksi hingga 7,08 persen ke level 8.344,86. Jumlah saham yang melemah melonjak menjadi 745 emiten, sementara yang menguat hanya 36 saham dan 22 saham stagnan. Kondisi ini mencerminkan tekanan pasar yang luas dan minimnya penopang dari sisi sektoral.





