Perahu Ces Bertabrakan dengan Kapal LCT di Sungai Belayan, Satu Korban Masih Hilang

Foto: Proses pencarian yang terus dilakukan oleh tim relawan Damkarmatan Sektor Kota Bangun.

Akupedia.id, Tenggarong – Insiden kecelakaan transportasi air kembali terjadi di wilayah Sungai Belayan, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sebuah perahu ces dilaporkan bertabrakan dengan kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) pada Selasa (13/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang warga dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 Wita saat sebuah perahu ces yang membawa dua penumpang melintas di Sungai Belayan. Perahu tersebut diketahui dikemudikan oleh Arani (58), warga Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, dengan satu penumpang bernama Ilan (21), karyawan PT BSS yang sehari-hari diantar menggunakan perahu tersebut menuju lokasi aktivitasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perahu ces tersebut diduga bertabrakan dengan kapal LCT yang sedang melintas di jalur sungai. Benturan keras menyebabkan perahu ces kehilangan kendali. Dalam insiden tersebut, Ilan berhasil menyelamatkan diri dan kemudian dievakuasi oleh warga sekitar sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi selamat.

Baca juga  Samsun Tegaskan Kerugian Masyarakat Kaltim Akibat Pertambangan Harus Segera di Ganti

Namun nahas, Arani selaku pemilik sekaligus pengemudi perahu dilaporkan terjatuh ke sungai dan hingga Selasa malam belum ditemukan. Korban diketahui merupakan warga setempat yang cukup mengenal kondisi perairan Sungai Belayan, namun derasnya arus sungai diduga menyulitkan upaya penyelamatan.

Kepala Damkarmatan Sektor Kota Bangun, Abdi Ratama, mengatakan bahwa laporan kejadian baru diterima pihaknya pada Selasa sore. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Damkarmatan segera bergerak menuju Dermaga Desa Pulau Pinang dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 Wita.

“Namun karena kondisi sungai sedang banjir, arus air cukup deras, serta jarak lokasi kejadian yang relatif jauh, tim belum dapat langsung menuju titik tabrakan. Akses menuju lokasi hanya bisa ditempuh melalui jalur sungai,” jelas Abdi.

Baca juga  Bupati Kukar Tegaskan Pengawasan Ketat Dampak Lingkungan Tambang

Ia menambahkan, relawan dan masyarakat setempat lebih dahulu mendirikan posko pencarian di Desa Long Beleh Haloq. Setibanya di lokasi, tim Damkarmatan langsung bergabung dan melakukan siaga bersama relawan untuk menyusun strategi pencarian secara bertahap.

Dalam pelaksanaannya, area pencarian dibagi menjadi beberapa sektor. Penyisiran di sekitar titik kejadian difokuskan dan dibantu oleh pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Sementara itu, personel Damkarmatan melakukan pencarian lanjutan ke arah hilir Sungai Belayan guna mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.

“Penyisiran kami lakukan dari Dermaga Desa Pulau Pinang menuju Desa Long Beleh Modang dengan waktu tempuh sekitar dua jam melalui jalur sungai,” ujar Abdi.

Operasi pencarian melibatkan empat personel Damkarmatan dengan dukungan satu unit mobil APV, satu perahu karet, serta perlengkapan alat pelindung diri lengkap. Meski telah dilakukan penyisiran hingga Selasa malam, korban belum berhasil ditemukan.

Baca juga  Desa Ramah Perempuan dan Anak, Komitmen Kukar untuk Generasi Mendatang

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, menegaskan bahwa upaya pencarian akan terus dilanjutkan dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor serta mempertimbangkan kondisi keselamatan personel di lapangan.

“Pencarian tetap kami lanjutkan sesuai dengan prosedur operasi standar. Seluruh personel kami minta bekerja secara maksimal, namun tetap mengutamakan faktor keselamatan mengingat kondisi cuaca dan arus sungai yang cukup ekstrem,” tegas Fida.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih mempersiapkan penyisiran lanjutan. Masyarakat yang beraktivitas di sepanjang Sungai Belayan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat serta meningkatnya debit air sungai dalam beberapa hari terakhir.

(Arf)

Berita Lainnya