Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan potensi wisata berbasis alam dan petualangan di desa-desa, termasuk melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Salah satu langkah konkret dilakukan di Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, dengan menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada Selasa, 10 Juni 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan potensi wisata yang ada di wilayah mereka, terutama wisata bertema adventure seperti goa dan alam terbuka. Hal ini diungkapkan oleh Airin Susanti, dari Bidang Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, mewakili Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, M. Ridha Fatrianta.
“Tujuannya agar masyarakat Desa Sanggulan memahami pengembangan pariwisata di wilayah mereka, khususnya wisata bertema adventure seperti wisata goa,” ujar Airin saat diwawancarai, Kamis (19/06/2025).
Meski sebelumnya Pokdarwis belum terbentuk secara resmi, Dispar Kukar mendorong agar pengembangan potensi wisata di desa tetap berjalan, sambil melengkapi administrasi untuk pembentukan kelompok secara formal.
“Bagus jika mereka sudah mulai bergerak, sambil menyelesaikan proses administrasi untuk pembentukan Pokdarwis,” jelasnya.
Sosialisasi ini juga menjadi ajang bagi masyarakat, termasuk pemilik lahan yang terkait langsung dengan destinasi, untuk mendapatkan arahan mengenai pengelolaan dan pengembangan wisata. Airin menambahkan, keanggotaan Pokdarwis minimal terdiri dari 10 orang, namun dapat diperluas sesuai kebutuhan agar pengelolaan wisata lebih optimal.
Desa Sanggulan sendiri telah mengusulkan pembentukan Pokdarwis sejak akhir 2024, namun karena pengajuan dilakukan di penghujung tahun, proses administratif baru dapat dijadwalkan tahun ini. Dalam kesempatan sosialisasi, Dispar Kukar menyerahkan SK Pokdarwis kepada kelompok yang telah memenuhi persyaratan administrasi.
“Beberapa desa lain juga sudah mengajukan pembentukan Pokdarwis. Kami tinggal menyerahkan SK dan melakukan sosialisasi lanjutan. Di Kecamatan Tabang, misalnya, ada dua Pokdarwis yang segera akan kami dampingi,” tambah Airin.
Airin menekankan bahwa pengembangan wisata desa tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan potensi desa, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dan peningkatan kualitas SDM, sehingga warga lebih sadar akan potensi pariwisata di wilayah masing-masing.
“Kunci keberhasilan pariwisata desa ada pada sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa,” tutupnya.
Melalui langkah ini, Dispar Kukar berharap Desa Sanggulan dapat menjadi contoh pengembangan wisata adventure berbasis komunitas yang berkelanjutan. Dukungan administrasi, pelatihan SDM, dan pembinaan Pokdarwis diharapkan akan membuka peluang ekonomi baru, menarik wisatawan, dan memperkuat identitas desa sebagai destinasi wisata alam dan petualangan di Kukar. (Adv/Arf)





