Festival Cenil Desa Kota Bangun III, Wujud Budaya Lokal dan Penggerak Ekonomi Kreatif

Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Desa Kota Bangun III kembali menyemarakkan tradisi kuliner dan budaya lewat Festival Cenil, yang mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar). Kegiatan tahunan ini lebih dari sekadar perayaan makanan tradisional; festival ini menjadi simbol kekayaan budaya lokal sekaligus dorongan nyata bagi ekonomi kreatif masyarakat desa.

Menurut Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta, Festival Cenil menunjukkan bagaimana desa bisa mengemas potensi lokal menjadi daya tarik wisata berkelanjutan.

Baca juga  Yonavia Tegaskan Prioritas Pemberdayaan UMKM Perempuan Usai Reses

“Festival ini melibatkan semua elemen masyarakat dari ibu-ibu pengrajin cenil, seniman lokal, hingga pelaku UMKM. Ini bukti gotong royong masih hidup dan menjadi motor pembangunan desa,” ujarnya.

Festival ini menampilkan cenil tradisional, kudapan berbahan tepung tapioka yang disajikan dengan kelapa parut dan gula merah cair. Namun festival ini lebih dari sekadar kuliner; pengunjung dapat menikmati tari-tarian, musik tradisional, pameran kerajinan tangan, hingga workshop kreatif untuk anak-anak dan remaja, sehingga memberikan pengalaman budaya yang autentik dan menyeluruh.

Baca juga  Hari Bhayangkara ke-79 di Kukar, Polres Jadikan Momen Introspeksi dan Penguatan Layanan Publik

Antusiasme masyarakat dan wisatawan terus meningkat tiap tahun, dengan pengunjung datang tidak hanya dari kecamatan sekitar, tetapi juga dari daerah lain. Hal ini menjadi indikasi bahwa Festival Cenil memiliki potensi untuk menjadi event unggulan tingkat kabupaten, asalkan didukung dengan penyelenggaraan yang lebih profesional, kolaborasi lintas sektor, dan promosi yang masif.

Dorong Ekonomi Kreatif dan Identitas Desa
Festival Cenil memberikan dampak nyata bagi ekonomi lokal. Peningkatan jumlah pengunjung membuka peluang bagi pelaku UMKM, pengrajin, dan penyedia jasa untuk berkembang. Hal ini sejalan dengan strategi Dispar Kukar yang mendorong pariwisata berbasis masyarakat, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca juga  Dispar Kukar Luncurkan Platform Digital, Informasi Wisata Semua Bisa Diakses Satu Laman

Ridha menambahkan, “Festival Cenil memiliki potensi besar. Dengan memperkuat identitas dan branding, festival ini bisa menjadi ikon budaya unggulan Kutai Kartanegara, sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat desa.”

Dengan kombinasi budaya, kuliner, dan partisipasi masyarakat, Festival Cenil tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga wajah pariwisata desa yang autentik dan inspiratif bagi generasi muda dan wisatawan. (Adv/Arf)

Berita Lainnya