Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kutai Kartanegara (Kukar) kini mengarah pada pendekatan yang lebih partisipatif. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mendorong lahirnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari inisiatif warga sendiri, bukan hanya bergantung pada program pemerintah. Strategi ini diyakini mampu menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap pengelolaan potensi wisata di desanya.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta, menegaskan bahwa perubahan ini bertujuan menciptakan komitmen jangka panjang dari masyarakat.
“Kalau dulu pembentukan Pokdarwis banyak diinisiasi oleh dinas, sekarang kita dorong masyarakat yang memulai sendiri. Dengan begitu, mereka benar-benar memiliki komitmen terhadap keberlangsungan destinasi wisata di desa masing-masing,” ujar Ridha, Kamis (24/4/2025).
Meski demikian, peran Dispar Kukar tetap penting. Dinas ini aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan di desa-desa yang memiliki potensi wisata namun belum memiliki Pokdarwis. Jika ada usulan dari pemerintah desa, pembentukan kelompok akan langsung difasilitasi, termasuk pendampingan teknis dan bimbingan manajemen.
Hingga saat ini, Kukar tercatat memiliki 60 Pokdarwis aktif, menjadikannya jumlah terbanyak di Kalimantan Timur. Namun, tidak semua kelompok mampu menunjukkan performa unggul; hanya sebagian yang berhasil menonjol melalui program inovatif dan konsistensi pengelolaan.
Contoh kesuksesan berasal dari Pokdarwis Bekayuh Beumba Bebudaya (B3) di Desa Pela, yang telah meraih berbagai prestasi mulai dari tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, kekompakan pengurus, dan inisiatif kuat warga desa.
“Pengalaman menunjukkan bahwa desa yang berkembang biasanya lahir dari inisiatif warga. Pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator dan pendukung, sementara semangat masyarakat yang menjadi motor penggerak utama,” tambah Ridha.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong desa-desa lain di Kukar untuk aktif mengelola potensi wisata secara mandiri, sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata lokal yang berkelanjutan. Inisiatif warga ini tidak hanya meningkatkan kualitas destinasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat.
Dengan model partisipatif ini, Kukar berupaya mencetak desa-desa wisata yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga tangguh dalam pengelolaan dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional. (Adv/Arf)