Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) memulai program penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di dua kecamatan, yakni Muara Badak dan Sebulu. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) agar pengelolaan destinasi lebih profesional, aman, dan berkelanjutan.
SKKNI adalah standar kemampuan kerja nasional yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan sejak 2004. Standar ini mencakup pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja yang disesuaikan dengan jabatan dan kebutuhan industri, termasuk sektor pariwisata. Dengan penerapan SKKNI, Dispar Kukar berharap kualitas pelayanan dan pengelolaan destinasi wisata dapat lebih terarah dan sesuai kebutuhan pengunjung.
Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekraf Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, menjelaskan bahwa pelatihan berbasis SKKNI akan dilaksanakan mulai Mei 2025, secara terpisah di masing-masing kecamatan. Materi pelatihan akan menyesuaikan karakteristik destinasi setempat sehingga tepat sasaran.
“Program ini bertujuan mengembangkan kapasitas SDM pariwisata dan ekonomi kreatif dengan standar yang jelas, agar pengelolaan lebih profesional dan terarah sesuai kebutuhan lapangan,” ujar Antoni.
Untuk wilayah Muara Badak, pelatihan akan difokuskan pada pengelolaan destinasi wisata pantai. Materi mencakup keamanan dan keselamatan pengunjung, pelayanan publik, manajemen lingkungan, serta pengelolaan bisnis wisata. Dengan bekal ini, pengelola destinasi diharapkan mampu memberikan pengalaman yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi wisatawan, sekaligus menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar.
Antoni menekankan bahwa pembinaan SDM bukan sekadar soal teknik pengelolaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kualitas layanan dan konservasi lingkungan. “Harapannya, dengan mereka dibekali standar ini, aspek keamanan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan bisa terjaga secara menyeluruh,” jelasnya.
Program pelatihan berbasis SKKNI ini menjadi bagian dari strategi Dispar Kukar dalam menciptakan pariwisata yang profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Ke depannya, model pelatihan ini direncanakan dapat diperluas ke kecamatan lainnya di Kukar untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata secara merata. (Adv/Arf)