Liang Ulu Butuh Sentuhan Serius, Jalan dan Balai Pertemuan Jadi Prioritas 2026

Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun. Hingga kini, sejumlah usulan penting dari pemerintah desa belum juga mendapat realisasi. Kepala Desa Liang Ulu, Mulyadi, menegaskan bahwa kebutuhan perbaikan jalan penghubung dan rehabilitasi Balai Pertemuan Umum (BPU) menjadi prioritas yang mendesak.

Salah satu titik krusial adalah Jalan Awang Long, jalur lama yang menghubungkan Liang Ulu dengan Kota Bangun Ilir. Jalan ini bukan sekadar akses transportasi, tetapi juga memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat. Sayangnya, meski sudah berulang kali diusulkan, hingga kini jalan tersebut belum tersentuh perbaikan yang memadai.

Baca juga  Perkuat Nilai Sosial Desa, BBGRM Kukar Jadi Sarana Bangun Kolaborasi Warga

“Harapan kami di tahun 2026, paling tidak dua program penting ini bisa terwujud: jalan penghubung dan rehab BPU. Karena keduanya sangat dibutuhkan masyarakat untuk mobilitas dan kegiatan sosial,” ujar Mulyadi, Senin (15/9/2025).

BPU Liang Ulu yang berdiri sejak 2004 juga masuk daftar pembangunan prioritas. Gedung tersebut bukan hanya pusat kegiatan internal desa, melainkan juga tempat pertemuan bagi sebelas desa di kawasan hulu. Bahkan, gedung itu pernah menjadi lokasi pelantikan kepala desa. Kini, kondisinya memerlukan perbaikan menyeluruh agar tetap layak digunakan.

Baca juga  DPMD Kukar Dorong Aktivasi BUMDes di 193 Desa untuk Pacu Ekonomi Lokal

Menurut Mulyadi, keberadaan BPU yang representatif akan sangat menunjang aktivitas masyarakat, baik untuk pertemuan antar desa, kegiatan kecamatan, maupun acara sosial budaya. “Fungsinya sudah melampaui batas desa, jadi manfaatnya jauh lebih luas,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah desa juga menyiapkan rencana pembangunan fasilitas umum di area belakang kantor desa. Gedung ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas warga sekaligus mendukung layanan publik, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk berkegiatan.

Meski begitu, seluruh rencana ambisius tersebut masih sangat bergantung pada dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten. Desa Liang Ulu saat ini belum bisa mengandalkan sumber dana lain, sebab tidak ada perusahaan yang menyalurkan CSR di wilayah tersebut.

Baca juga  Disdikbud Kukar Klarifikasi Dugaan Pungli di SD 007 Teluk Dalam

Mulyadi berharap kepemimpinan bupati yang baru dapat membawa angin segar. Ia menekankan perlunya tambahan alokasi, baik dari Anggaran Dana Desa (ADD) maupun sumber pembiayaan lain, agar desa tidak tertinggal dalam pembangunan.

“Kami hanya berharap program pembangunan tetap berjalan dan jangan sampai terhenti di tengah jalan. Infrastruktur ini sangat penting untuk masa depan Liang Ulu, terutama demi meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (Adv/Arf)

Berita Lainnya