Liang Ulu Bangun Harapan Ekonomi Baru Lewat Wisata dan Kreativitas Pemuda

Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Desa Liang Ulu mulai menatap sektor wisata sebagai peluang baru untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Kepala Desa Liang Ulu, Mulyadi, menyebutkan potensi wisata yang ada, meski masih sederhana, bisa berkembang pesat bila dikelola dengan baik dan didukung semangat pemuda desa.

Salah satu lokasi yang kini dimanfaatkan warga adalah kawasan wisata Tanjung di RT 1. Di tempat itu terdapat kolam renang buatan yang menjadi daya tarik bagi anak-anak. Saat musim kemarau, lokasi ini ramai dikunjungi warga sekitar. Namun, ketika debit air naik, kolam tidak bisa digunakan sehingga aktivitas wisata belum dapat berjalan konsisten sepanjang tahun.

Baca juga  KFBN 2024, Sepekan Musik dan Tari Nusantara

“Kalau air sedang surut, pengunjung lumayan ramai. Tapi saat air naik, kolam tidak bisa dipakai. Jadi masih perlu pembenahan supaya wisata ini bisa lebih stabil dan menarik,” ungkap Mulyadi, Senin (15/9/2025).

Untuk mendukung perkembangan wisata, pemerintah desa telah merencanakan pembangunan jembatan dan sejumlah fasilitas tambahan di sekitar kawasan Tanjung. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mempermudah akses sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung, sehingga desa memiliki destinasi wisata yang layak jual.

Di sisi lain, keterlibatan pemuda dalam pembangunan desa kian menonjol. Mereka tidak hanya terlibat dalam pekerjaan fisik, seperti semenisasi jembatan dan perbaikan infrastruktur, tetapi juga aktif memberikan gagasan ekonomi produktif.

Baca juga  Pembangunan LPJU Kaltim Harus Optimal, Ini Harapan DPRD

Salah satu ide yang kini digodok adalah pengembangan usaha ayam petelur. Lahan desa yang cukup luas di kawasan wisata akan digunakan untuk membangun kandang ayam sekaligus kolam ikan. Langkah ini diyakini dapat memberikan dua manfaat sekaligus: wisata tetap berjalan, sementara usaha peternakan dan perikanan bisa menjadi sumber pendapatan baru.

“Anak-anak muda kita mengusulkan usaha ayam petelur. Lahan wisata ada sekitar 50×100 meter, bisa dipakai untuk kandang ayam dan kolam ikan. Jadi wisata tetap jalan, ekonomi masyarakat juga bergerak,” jelas Mulyadi.

Baca juga  BBGRM Kukar: Gotong Royong Bukan Sekadar Tradisi, tapi Pilar Pembangunan

Ia menambahkan, gagasan pemuda tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya bergantung pada dana desa, tetapi juga pada inisiatif warganya sendiri. Dengan kolaborasi antara pengembangan wisata dan usaha produktif, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat nyata, baik dari sisi hiburan maupun kesejahteraan ekonomi.

“Kami ingin wisata ini tidak hanya sekadar tempat hiburan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Kalau pemuda aktif, desa pasti berkembang,” pungkas Mulyadi. (Adv/Arf)

Berita Lainnya